Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan pengolahan sampah dengan mekanisme biologis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Fasilitas yang direncanakan berupa Refuse-Derived Plant (RDF) dengan kapasitas 500 hingga 1.000 ton per hari.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan upaya pengolahan sampah dilakukan dari hulu ke hilir. "Di hilir, kami saat ini sedang berupaya membangun pengolahan sampah dengan mekanisme biologis, yaitu RDF plant di Cipayung ini sendiri," ujarnya kepada wartawan di TPA Cipayung, Jumat (17/7/2026).
Chandra menegaskan TPA Cipayung tidak lagi menerima open dumping atau pembuangan terbuka. Ia menyebut sudah ada plang dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dipasang di depan TPA. "Secara administratif sebenarnya TPA ini sudah ditutup untuk open dumping. Hanya secara teknis kami masih diberikan waktu untuk membangun pengolahan sampah di sini," katanya.
Pemkot Depok telah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak ketiga terkait pembangunan RDF. Saat ini, proses berlanjut ke pembahasan perjanjian kerja sama. "Saat ini kita sudah MoU dengan pihak ketiga dan sudah mau proses pembahasan untuk perjanjian kerja sama," jelas Chandra.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di TPA Cipayung pada Kamis (16/7) pukul 19.30 WIB. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Depok Reni Siti mengatakan titik api berasal dari timbunan bawah sampah. "Dari bawah kayaknya," ujarnya.
Reni menyebut api telah padam pada pukul 22.52 WIB. Penyebab kebakaran masih diinvestigasi. "Karena di sini ada patroli, kita bisa antisipasi dan lokalisir, jadi tidak menyebar," ungkapnya.
Artikel Terkait
Konflik Tetangga di Depok Berlangsung Sejak 2017, Korban Laporkan Teror ke Polisi
Delapan Tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Jual Rumah demi Kedamaian
Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan
Konflik dengan Tetangga di Depok Berujung Teror, Pagar Rusak hingga Ancaman Golok