Konflik antar tetangga di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, sudah berlangsung sejak 2017. Korban mengaku terus mendapatkan teror, termasuk tulisan berisi penghinaan yang ditempel dan dilaminating di depan rumah.
Salah satu korban, Ashyfa, menceritakan bahwa keluarganya pindah ke Depok pada 2015 dari Kebagusan, Jakarta Selatan, demi mencari ketenangan. Namun, sejak 2017 gangguan tak kunjung berhenti. "Karena pindah sini dari 2015, ketika 2017 saya keluar negeri, sampai 2024. Jadi saya, ya tiap tahun ada aja, tiap bulan ada aja, tiap minggu ada aja," katanya saat ditemui, Jumat (17/7). Ia juga mengaku tidak mengenal keluarga pelaku sama sekali.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meredakan konflik. Mulai dari mediasi, mengabaikan, hingga mengalah pergi saat pelaku marah. "Mediasi sudah, diomongin baik-baik sudah, kita nggak aware juga sudah, sampai keran yang di kolam kita kencengin suara biar nggak dengar suara sebelah pun sudah," ujarnya.
Karena tak tahan, keluarga korban akhirnya melapor ke Polres Metro Depok pada Kamis (15/7). "Sudah, kemarin (bikin laporan), tepat jam sembilan," kata Ashyfa. Ia juga mengungkapkan bahwa keluarganya pernah mengalami kekerasan oleh pelaku, namun saat itu belum ada kamera pengawas (CCTV) terpasang di rumah.
Teror terbaru yang diterima adalah tulisan yang menurut korban merupakan bentuk intimidasi. "Ada tulisan seperti ini, 'manusia paling menyedihkan', terus 'butuh uluran tangan dari orang lain'. Lalu posisinya ini ditempel di depan rumah. Ini niat loh, difoto, dilaminating," ujar dia. "Dan saya tidak tahu apa maksud dan tujuannya. Dan ini termasuk salah satunya teror, kan? Karena mengintai," lanjutnya.
Selain itu, keluarga tersebut juga mengalami perlakuan tak mengenakan lainnya, seperti rumah dilempari, pagar dirusak, hingga diancam akan disantet.
Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa konflik bermula dari pemilik rumah, Azis Suraji, yang menegur tetangganya karena suara musik yang keras. Upaya mediasi telah dilakukan, namun perjanjian selalu dilanggar.
kumparan telah mencoba mengonfirmasi peristiwa ini kepada tetangga atau terduga pelaku, namun ia menolak memberi penjelasan.
Artikel Terkait
Pemkot Depok Siapkan Pengolahan Sampah Biologis di TPA Cipayung
Delapan Tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Jual Rumah demi Kedamaian
Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan
Konflik dengan Tetangga di Depok Berujung Teror, Pagar Rusak hingga Ancaman Golok