Seorang warga Pancoran Mas, Depok, bersama keluarganya menjadi sasaran teror tetangganya sendiri. Rumah mereka berulang kali menjadi sasaran aksi perusakan, gangguan, bahkan ancaman dengan senjata tajam. Peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman yang dipicu oleh candaan ringan.
Novita (29), anak dari Azis Suraji, menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumah mereka. Salah satu aksi terbaru terjadi pada Rabu (15/7) lalu, ketika pagar rumah mereka dirusak dengan cara ditendang. "Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) Kaki, ditendang," kata Novita saat ditemui di rumahnya, Jumat (17/7/2026).
Bukan hanya itu, Novita mengungkapkan bahwa tetangganya juga pernah mengganggu acara pengajian yang digelar keluarganya pada tahun 2025. Saat itu, tetangganya menyetel musik dengan volume keras. "2025, itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?" tanyanya.
Ancaman yang lebih serius terjadi pada hari Lebaran, ketika tetangganya datang membawa golok saat keluarga mereka sedang berkumpul. "Sampai pas lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," ujar Novita.
Gangguan verbal pun hampir setiap hari mereka alami. "Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya," katanya.
Novita menjelaskan bahwa konflik ini dipicu oleh kesalahpahaman saat ibunya bercanda dengan suaminya yang merupakan warga negara asing (WNA). Suaminya tidak mengerti bahasa Indonesia, dan ibunya pernah menyebut suaminya sebagai 'orang gila' untuk menghibur anaknya. "Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinyalah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus Mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi," katanya. "Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," sambungnya.
Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria melempar helm ke rumah tetangga di Pancoran Mas, Depok, viral di media sosial. Dalam video yang beredar pada Kamis (16/7/2026), terlihat pria tersebut mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban, lalu melemparkan helm dengan kencang ke dalam rumah. Pada hari yang berbeda, pria yang sama juga sempat membuang sampah ke rumah korban. Sejumlah warga berusaha melerai, namun terjadi keributan.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi pada Rabu (15/6) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. "Iya baru buat LP semalam," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/7). Saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan
TPA Cipayung Depok Terbakar, Diduga Akibat Gas Metana
Pemkot Depok dan KLH Siapkan Antisipasi Cegah Kebakaran Berulang di TPA Cipayung
Kebakaran TPA Cipayung Depok Padam, Aktivitas Berangsur Normal