Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan

- Jumat, 17 Juli 2026 | 19:50 WIB
Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan

Seorang warga Pancoran Mas, Depok, bersama keluarganya menjadi sasaran teror dari tetangganya sendiri. Aksi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman saat ibu korban melontarkan candaan kepada anaknya yang menangis.

Novita (29), anak dari Azis Suraji, menceritakan kejadian itu bermula ketika suaminya yang merupakan warga negara asing (WNA) bercanda dengan anaknya hingga membuat si kecil menangis. Untuk menghentikan tangis anaknya, ibu Novita berkata 'orang gila' dengan maksud melucu. Namun, tetangganya yang mendengar merasa tersinggung dan menganggap perkataan itu ditujukan kepadanya.

"Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinyalah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus Mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7/2026).

"Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," sambungnya.

Setelah insiden itu, keluarga Novita mulai diteror. Salah satu aksi yang terekam adalah saat tetangganya memutar musik keras ketika keluarga Novita sedang mengadakan pengajian pada malam Jumat di tahun 2025. Peristiwa itu membuat Novita merasa culture shock dan menyesal pindah ke lingkungan tersebut.

"Culture shock ya Mas, yang tadinya kita satu, kita dari Kebagusan Pasar Minggu pindah. Awalnya tuh kita senang pindah ke sini. Pas kita punya tetangga seperti ini jadinya nyesel. Perasaannya tuh kayak nyesel kenapa pindah," katanya.

Keluarga Novita kini berencana menjual rumah mereka. Kenyamanan yang terganggu akibat teror terus-menerus menjadi alasan utama. Bahkan, sempat ada tawaran tukar rumah, namun batal setelah calon penukar mengetahui kondisi tetangganya.

"Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya udah terganggu," ujar Novita.

"Dulu pernah ada tuh, udah ada yang mau tukaran rumah katanya gitu, terus pas tahu tetangganya kayak gini tuh ya udah para nggak mau, nggak jadi," imbuhnya.

Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria melempar helm ke rumah korban viral di media sosial. Dalam video yang beredar pada Kamis (16/7/2026), pria itu tampak mondar-mandir dengan motor lalu melemparkan helm dengan kencang ke dalam rumah. Di hari lain, pria yang sama juga membuang sampah ke rumah korban. Warga sempat melerai, namun terjadi keributan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka membenarkan korban telah membuat laporan polisi pada Rabu (15/6) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. "Iya baru buat LP semalam," ujarnya, Kamis (16/7). Polisi kini masih memeriksa saksi-saksi untuk menyelidiki kasus tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags