Aymeric Laporte menjadi salah satu aktor utama di balik keberhasilan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026. Ironisnya, tiket ke partai puncak itu diraih setelah La Roja menyingkirkan Prancis, negara tempat Laporte dilahirkan.
Bagi Laporte, semifinal melawan Les Bleus bukan sekadar pertandingan biasa. Laga itu mempertemukannya dengan negara yang pernah menjadi rumahnya selama bertahun-tahun, tetapi tak pernah benar-benar memberinya kesempatan di level tertinggi.
Lahir di Agen, Prancis, pada 27 Mei 1994, Laporte merupakan produk pembinaan sepak bola Prancis. Ia membela tim nasional Prancis sejak level U-17 hingga U-21, bahkan dipercaya menjadi kapten tim U-21. Performanya bersama Athletic Bilbao yang konsisten membuatnya dipanggil ke tim senior Prancis pada 2018. Namun, cedera menggagalkan panggilan itu.
Setelah pulih, Laporte berharap kembali dipanggil, tetapi persaingan ketat di lini belakang Prancis membuatnya terus tersisih. Ia sempat menghubungi pelatih Didier Deschamps melalui pesan pribadi untuk menanyakan peluangnya, namun menurut pengakuannya, pesan itu tak pernah dijawab.
Ketiadaan kepastian itu menjadi titik balik. Pada 2021, setelah memperoleh kewarganegaraan Spanyol, Laporte resmi berganti asosiasi dan memilih membela La Roja. Keputusan itu sempat memicu perdebatan, tetapi di Spanyol, ia langsung mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Luis Enrique.
Laporte tak butuh waktu lama untuk menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Spanyol. Ia membantu La Roja melaju ke semifinal Euro 2020, menjadi bagian penting saat menjuarai UEFA Nations League 2023, dan kembali mengangkat trofi Eropa pada Euro 2024. Hingga pertengahan 2026, Laporte telah mengoleksi lebih dari 50 penampilan bersama Spanyol.
Semua perjalanan itu bermuara di Piala Dunia 2026. Pada semifinal, takdir mempertemukan Spanyol dengan Prancis. Laporte tampil tanpa beban, menjaga organisasi pertahanan Spanyol tetap solid sehingga lini serang Prancis yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise gagal menunjukkan ketajamannya. La Roja menang meyakinkan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
Bagi publik Spanyol, kemenangan itu memastikan tiket ke final. Namun bagi Laporte, hasil itu memiliki makna lebih dalam: ia menjadi bagian dari tim yang menghentikan langkah negara yang membesarkannya. Kini, ia hanya berjarak satu pertandingan lagi untuk melengkapi kisahnya. Di final, Spanyol akan menghadapi Argentina di MetLife Stadium. Jika mampu mengangkat trofi, Laporte akan menorehkan pencapaian yang mungkin tak pernah ia bayangkan ketika masih menjadi kapten tim U-21 Prancis.
Artikel Terkait
Pep Guardiola Bongkar Kunci Final Piala Dunia 2026: Lini Tengah Spanyol Jadi Penentu
Prancis vs Inggris: Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Gengsi di Atas Trofi
Spanyol di Ambang Sejarah: Bisa Jadi Juara Piala Dunia dengan Catatan Kebobolan Terendah
FIFA Beri Cincin Juara untuk Pertama Kalinya di Piala Dunia 2026