Pep Guardiola Bongkar Kunci Final Piala Dunia 2026: Lini Tengah Spanyol Jadi Penentu

- Jumat, 17 Juli 2026 | 22:30 WIB
Pep Guardiola Bongkar Kunci Final Piala Dunia 2026: Lini Tengah Spanyol Jadi Penentu

Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan analisis tajam menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Menurutnya, pertarungan di lini tengah dan performa pemain muda akan menjadi faktor penentu dalam laga yang berlangsung Jumat, 17 Juli 2026 tersebut.

Dalam wawancara eksklusif, Guardiola menyoroti peran krusial Rodri Hernández, gelandang andalannya di klub terdahulu, serta bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. "Jika dia berhasil menguasai lini tengah bersama Pedri dan Lamine sukses tampil tepat sasaran, Spanyol bisa membuat perbedaan," ujarnya.

Guardiola menambahkan bahwa Yamal sempat mengalami cedera sebelum turnamen, namun ia optimistis dengan kemampuan pemain muda itu. "Lamine Yamal datang sedikit terlambat dalam hal kondisi fisik karena cedera barunya. Namun, melihat usianya, ia memiliki kapasitas luar biasa untuk mengelola tekanan dan mampu menentukan pertandingan sendirian," katanya.

Meski memberikan analisis mendalam, Guardiola menegaskan tidak memihak tim tertentu. "Saya akan memenangkan Piala Dunia," ujarnya dalam bahasa Spanyol, seraya menjelaskan bahwa dukungannya lebih didasarkan pada ikatan emosional dengan mantan anak asuhnya. "Saya punya banyak pemain yang saya kagumi. Saya selalu mendukung tim yang memiliki pemain yang saya sukai."

Ia merinci beberapa tim yang dihuni pemain favoritnya. "Jika Argentina menang, ada pemain yang pernah bersama saya dan saya akan senang. Sama halnya dengan Prancis. Portugal memiliki pemain yang koneksinya saya sukai," jelasnya.

Selain membahas final, Guardiola juga merefleksikan keputusannya untuk rehat dari dunia kepelatihan. "Saya mulai pada usia 37 tahun di Barcelona dan sekarang 56. Saya perlu melakukan hal baru. Saat ini saya sangat bahagia," akunya. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan kembali ke Etihad Stadium suatu hari nanti. "Suatu hari, tentu saja, saya akan kembali ke Etihad Stadium. Tapi sekarang saya ingin berada di belakang layar. Jika mereka membutuhkan saya, saya akan ada."

Guardiola juga mengenang rivalitasnya dengan Jürgen Klopp di Premier League. "Jürgen adalah rival terbesar dalam karier saya. Pria ini mampu mengubah sistem setiap 20 menit. Itu membuat saya gila," kenangnya.

Ia mengungkapkan kekagumannya pada Neymar, yang belum pernah dilatihnya, dan menegaskan pendapatnya tentang pemain terbaik sepanjang masa. "Neymar adalah pemain yang sangat ingin saya latih. Saya pernah menghadapi Barcelona milik Messi dan dia bersama Bayern München... Mereka tak terhentikan. Setiap orang punya pendapat, tapi saya tidak ragu bahwa Messi adalah yang terbaik dari semuanya," pungkasnya.

Analisis Guardiola muncul setelah Spanyol menumbangkan Prancis di semifinal yang bertepatan dengan hari nasional negara tersebut, sementara Argentina melaju usai mengalahkan Inggris.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags