Prabowo: TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat, Harus Hadir Saat Rakyat Sulit

- Jumat, 17 Juli 2026 | 23:35 WIB
Prabowo: TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat, Harus Hadir Saat Rakyat Sulit

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat Indonesia yang wajib hadir di tengah masyarakat, terutama saat rakyat menghadapi kesulitan. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri panen raya yang diinisiasi TNI secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo memberikan apresiasi atas penyelenggaraan panen raya terintegrasi tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, ia menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Kali ini, ia menyaksikan panen komoditas binaan TNI, seperti tebu, kedelai, dan padi. "Hal ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya menjadi penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, TNI dan Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat dan ikut membantu mengatasi berbagai persoalan rakyat. "TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat yang mengalami kesulitan. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama masih ada rakyat yang hidupnya susah, menjadi kewajiban semua komponen bangsa untuk bersatu, bahu-membahu mengambil langkah yang benar, langkah yang besar, dan langkah nyata untuk mengatasi kesulitan rakyat," tegasnya.

Prabowo mengaku bangga melihat kerja keras jajaran pemerintah, TNI, Polri, hingga para kepala lembaga dalam menjalankan program prioritas. "Saya bangga hari ini, dan saya bangga dalam beberapa minggu terakhir. Saya melihat kerja keras semua unsur, mulai dari para menteri, Panglima TNI, Kapolri, hingga seluruh jajaran yang bekerja dengan gesit tanpa mengenal waktu istirahat," katanya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat tinggi negara harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan mengejar target pemerintah. "Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja ada yang ambruk dan masuk rumah sakit karena kerja keras," ujarnya.

Pemerintah terus bekerja keras karena menyadari masih banyak masyarakat yang belum menikmati kehidupan layak, meski Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan sumber daya melimpah. "Kita mengejar sasaran-sasaran. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik guna mencapai sasaran tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya," pungkas Prabowo.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags