Prabowo Sebut Petani dan Nelayan Pahlawan Sejati Bangsa

- Jumat, 17 Juli 2026 | 23:20 WIB
Prabowo Sebut Petani dan Nelayan Pahlawan Sejati Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menyebut para petani dan nelayan sebagai pahlawan sejati yang menjaga stabilitas fondasi bangsa. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Hari ini saya bahagia. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia. Saya bangga dengan petani-petani Indonesia! Terima kasih petani, nelayan Indonesia! Kau! Kau adalah pahlawan yang sebenarnya! Kau menghasilkan pangan untuk kita semua!" ujar Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, petani dan nelayan layak disebut pahlawan karena telah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap TNI yang turut memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendampingi petani serta nelayan di seluruh Indonesia.

"Saya bangga dengan petani! Saya bangga dengan TNI! Saya bangga dengan Polri!" serunya.

Presiden mengapresiasi terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan itu, kata dia, menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," ujar Presiden.

Peran TNI dalam Ketahanan Pangan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional merupakan bukti TNI hadir memperkuat kemandirian pangan. Panen raya kali ini melibatkan tiga komoditas strategis yang dibagi berdasarkan matra: tebu oleh TNI AU, kedelai oleh TNI AL, dan padi oleh TNI AD.

"TNI Angkatan Udara mendapat tugas mendampingi pengembangan komoditas tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat bertanggung jawab mendampingi produksi padi," ujar Agus.

Pada sektor tebu, TNI AU bersama Sinergi Gula Nusantara, perusahaan swasta, dan asosiasi petani tebu mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Angka itu berkontribusi 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.

Khusus di lokasi panen raya yang dipimpin Presiden, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton tebu dan nilai jual rata-rata Rp720 ribu per ton.

Sementara itu, TNI AL mendampingi budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah. Kontribusinya sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026. Hingga Juni 2026, TNI AL juga membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah yang diperkirakan menghasilkan 5.287 ton kedelai.

"Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor," kata Agus.

Pada sektor padi, TNI AD mendampingi panen seluas 479.610 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif sejak Januari hingga Juni 2026, luas panen yang didampingi TNI AD mencapai 6,26 juta hektare dengan total produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags