Foto UNICEF 19 Tahun Lalu: Messi dan Lamine Yamal Kini Berebut Piala Dunia

- Minggu, 19 Juli 2026 | 13:00 WIB
Foto UNICEF 19 Tahun Lalu: Messi dan Lamine Yamal Kini Berebut Piala Dunia

Sebuah foto yang diabadikan 19 tahun lalu mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal dalam situasi yang tak terduga: keduanya kini akan saling berhadapan di final Piala Dunia 2026. Pertandingan puncak antara Argentina dan Spanyol digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) dini hari pukul 02.00 WIB.

Joan Monfort, fotografer yang mengabadikan momen tersebut, mengaku takjub. "Ini jadi bukti kalau keajaiban takdir itu benar-benar ada," katanya kepada BBC Sport. Saat itu, Monfort bertugas untuk surat kabar SPORT yang bekerja sama dengan UNICEF, sponsor utama FC Barcelona. Mereka mengadakan penggalangan dana dengan menjual kalender berisi foto para pemain Barcelona bersama perwakilan imigran.

Dalam sesi foto di Camp Nou, Mounir Nasraoui dan istrinya Sheila Ebana berasal dari Maroko dan Guinea Khatulistiwa mendaftarkan bayi mereka, Lamine Yamal, yang saat itu baru berusia enam bulan, untuk mengikuti undian. Secara acak, Yamal dipasangkan dengan Lionel Messi, yang ketika itu berusia 20 tahun dan dikenal pemalu serta introvert.

Selama pemotretan, Sheila Ebana tidak pernah jauh dari bak mandi tempat anaknya dimandikan agar Messi tidak gugup. Monfort pun membawa mainan bebek-bebekan milik putrinya untuk menenangkan bayi kecil itu. "Messi selalu profesional dalam hal-hal seperti ini dan dia dapat beradaptasi dengan sangat cepat," ujar Monfort.

Inspirasi di Balik Foto Ikonik

Josep Maria Casanovas, Direktur SPORT yang menginisiasi foto tersebut, menanggapi dengan bangga saat mengetahui kedua sosok itu akan bertemu di final Piala Dunia. "Ketika saya melihat siapa yang bakal bermain di final Piala Dunia, hey, itu kan dua orang dari foto ide saya," bebernya. Kisah di balik foto itu kini menjadi simbol keajaiban dan perjalanan tak terduga dalam sepak bola, menghubungkan masa lalu dan masa depan melalui pertemuan dua generasi di panggung megah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags