Iran kembali melancarkan serangan ke fasilitas pembangkit listrik dan penyulingan air di Kuwait pada Minggu (19/7), memicu kebakaran di sebagian instalasi. Ini menjadi serangan kedua dalam dua hari berturut-turut terhadap infrastruktur vital negara Teluk tersebut.
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan kebakaran terjadi setelah fasilitas tersebut dihantam serangan Iran. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api.
“Akibat agresi keji Iran terhadap Kuwait, pembangkit listrik dan fasilitas penyulingan air kembali menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya dalam dua hari, yang menyebabkan kebakaran di beberapa bagian instalasi,” demikian pernyataan kementerian melalui akun resmi @mew_kwt dalam Bahasa Arab.
Kementerian menambahkan proses pemadaman masih berlangsung dan belum memberikan informasi mengenai korban maupun dampak terhadap pasokan listrik dan air.
Serangan terbaru terjadi ketika Iran terus melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, menyusul rangkaian serangan Washington ke wilayah Iran. Sehari sebelumnya, Kuwait juga melaporkan sebuah pembangkit listrik dan air serta fasilitas minyak menjadi sasaran serangan Iran.
Pada hari yang sama, militer AS mengumumkan dua personelnya tewas akibat serangan Iran di kawasan, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) melanjutkan operasi militer terhadap target-target Iran.
Artikel Terkait
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Iran Rayakan Kekalahan Argentina
Kemenangan Spanyol atas Argentina di Final Piala Dunia 2026 Disambut Histeris Warga Iran
Mojtaba Khamenei Kirim Peringatan Keras ke AS Setelah Berbulan-bulan Tak Terlihat
Ledakan Drone Iran Tewaskan Satu Tentara AS di Irak Utara