Militer Amerika Serikat mengklaim telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran yang berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target. Serangan itu disebut sebagai respons keras atas peluncuran rudal balistik Iran ke arah pasukan AS di Yordania sehari sebelumnya.
Namun, serangan tersebut menewaskan tiga warga sipil, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di Pulau Qeshm, Iran. Kantor berita Fars melaporkan, mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, bahwa serangan menghantam sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu. Korban tewas adalah ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia dua tahun, sementara dua anak lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, pada Selasa waktu setempat, militer AS mengatakan berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah pasukan AS di Yordania. Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut ke pangkalan militer AS di Yordania.
Presiden Donald Trump, setelah rudal-rudal Iran itu dicegat, menyatakan bahwa pasukan AS akan membalas. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menggambarkan serangan terbaru ini sebagai "respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah." CENTCOM merinci bahwa serangan dimulai pukul 8 malam ET pada hari Rabu dan berakhir pukul 10 malam ET.
Artikel Terkait
Iran Kembali Serang Infrastruktur Vital Kuwait, Dua Hari Beruntun
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Termasuk Tiga Anak dan Orang Tua
AS Lancarkan Serangan ke Iran, Targetkan Jembatan dan Infrastruktur Transportasi
Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Energi Iran