Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan. Dalam pernyataan yang disiarkan Fox News, Trump mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran minggu depan jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
"Kami menyerang mereka dengan sangat, sangat keras. Kami menyerang setiap hal yang mereka miliki di sepanjang pantai, di sepanjang tepi laut. Kami akan terus menyerang sampai saya mengatakan itu sudah cukup," kata Trump dalam wawancara tersebut.
Trump mengungkapkan bahwa ia sengaja menunda serangan terhadap infrastruktur energi. "Saya akan menyimpan target energi untuk yang terakhir, tetapi pada akhirnya kita akan menyerang target energi," ujarnya ketika ditanya apakah ia mempertimbangkan untuk menyerang infrastruktur energi Iran.
Presiden AS itu menegaskan bahwa Iran tidak punya pilihan selain membuat kesepakatan. Ia mengklaim perwakilan AS telah menghubungi pejabat Iran sekitar satu jam sebelum wawancara berlangsung.
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras besok malam. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam berikutnya. Dan kemudian minggu depan, keadaan akan menjadi sangat buruk bagi mereka, karena minggu depan akan ada pembangkit listrik. Minggu depan akan ada jembatan. Kita akan menghancurkan semua pembangkit listrik mereka. Kita akan menghancurkan semua jembatan mereka kecuali mereka mau duduk di meja perundingan dan bernegosiasi," ancam Trump.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Lebih baik mereka membuat kesepakatan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Trump Batalkan Tarif 20% di Selat Hormuz, Ganti dengan Kesepakatan Dagang
Iran Serang Pangkalan Udara AS di Yordania, Targetkan Jet Tempur F-18
Iran dan AS Kembali ke Jalur Konflik, Selat Hormuz Jadi Arena Tawar-Menawar Baru
Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Iran Jika Tak Mau Berunding