Ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang yang dilakukan seorang siswa kelas XII menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan sekolah belum menjadi ruang aman bagi peserta didik.
"Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa sekolah belum jadi ruang aman. Panduan Sekolah Aman tidak boleh berhenti sebagai slogan atau dokumen administratif," ucap Hetifah dalam keterangannya, Selasa (14/7).
Menurutnya, ukuran keberhasilan sekolah aman adalah ketika guru merasa aman mengajar, siswa merasa aman belajar, dan seluruh warga sekolah memahami tanggung jawab serta risiko dari setiap tindakan. Ia mendorong penguatan literasi risiko di sekolah, termasuk pemahaman konsekuensi hukum.
"Peserta didik harus memahami sejak dini bahwa perundungan, kekerasan, penyalahgunaan teknologi, hingga tindakan seperti merakit bahan peledak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi dapat membahayakan keselamatan orang lain dan memiliki konsekuensi hukum yang serius," tuturnya.
Hetifah juga menekankan bahwa sekolah aman harus diwujudkan melalui pendidikan karakter, literasi digital, literasi hukum, layanan bimbingan konseling yang efektif, serta sistem deteksi dini dan pelaporan yang berjalan baik. "Pencegahan harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan penegakan aturan ketika terjadi pelanggaran," sambungnya.
Komisi X DPR, kata dia, akan terus mendorong implementasi nyata konsep Sekolah Aman, bukan sekadar slogan. "Sehingga sekolah menjadi ruang yang melindungi, mendidik, dan membentuk peserta didik yang bertanggung jawab," tandasnya.
Ledakan terjadi pada Selasa (14/7) pukul 10.15 WIB. Sumber ledakan berasal dari laci meja di ruang kelas bagian luar sekolah. Bom rakitan itu dibawa oleh siswa kelas XII berinisial R. Berdasarkan pemeriksaan sementara, motif R adalah dendam akibat menjadi korban perundungan sejak kelas IX. Polisi menemukan ketapel, kelereng, dan bahan yang diduga bom rakitan dalam tas pelaku. R belajar merakit bom dari grup di internet dan terinspirasi kejadian SMAN 72 Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Artikel Terkait
Pelajar Bawa Bom Rakitan ke MAN 3 Padang, Belajar Merakit dari Internet