600 Koperasi Merah Putih di Banten Belum Miliki Bangunan Fisik

- Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB
600 Koperasi Merah Putih di Banten Belum Miliki Bangunan Fisik

Pemerintah Provinsi Banten mencatat sekitar 600 Koperasi Merah Putih di wilayahnya belum memiliki bangunan fisik. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan dan harga tanah yang terus melonjak, terutama di daerah perkotaan.

"Sekitar ada 600 titik yang belum ada lahannya. Terutama di perkotaan; di Kota Tangerang, di Kota Tangsel, Cilegon ada sebagian yang belum. Terutama di Tangsel sama Tangerang," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Agus Mintono, Rabu (15/7/2026).

Menurut Agus, kesulitan utama terletak pada pembelian lahan. Pemerintah pusat, kata dia, akan turut mencari solusi atas persoalan ini. "Sulit mencari lahan yang luasnya 1.000 meter. Kedua, animo pun ada, harganya sudah tinggi. Jadi nanti dicarikan solusinya, tentunya seperti itu, oleh pusat," ujarnya.

Meski demikian, Agus menilai lokasi yang kurang strategis bukanlah masalah besar. Ia justru mendorong pemanfaatan aset yang sudah ada, seperti tanah desa atau tanah milik pemerintah daerah, ketimbang membeli lahan baru. "Karena satu, tanah desa atau tanah kabupaten/kota adanya di situ. Sebab kalau untuk beli kan lebih boros, sementara desa enggak punya uang kalau untuk beli ya. Koperasi Desa Merah Putih kan dari nol. Jadi untuk kebutuhan modal, daripada untuk beli lahan," jelasnya.

Menurut Agus, usaha Koperasi Merah Putih tidak akan terpengaruh oleh lokasi yang kurang strategis. Ikatan kuat antara anggota dan koperasi desa menjadi modal utama. "Mungkin adanya lahan itu yang dimiliki oleh pemerintah desa di situ. Kalau pemasarannya sih enggak masalah, sebab nanti kan jelas pembelinya tuh orang-orang desa itu. Tidak masalah," ucapnya.

Ia menambahkan, berbelanja di koperasi memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan toko lain. Anggota koperasi berhak mendapatkan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun. "Kalau kita beli di toko lain dengan di Koperasi Desa Merah Putih, itu nanti di akhir tahun beda. Harganya mungkin mirip, begitu nanti di akhir tahun, yang anggota koperasi ini dia dapat SHU. Tapi kalau kita beli di toko lain, enggak dapat apa-apa," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags