Militer Iran mengumumkan telah melancarkan gelombang ketujuh serangan drone terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania. Serangan itu menargetkan Pangkalan Udara Azraq, yang digunakan pasukan AS untuk mengoperasikan jet tempur F-18, bangunan akomodasi, dan hanggar peralatan besar.
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Tasnim, militer Iran menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan terhadap fasilitas militer AS di kawasan itu. Serangan terbaru ini dilakukan setelah enam putaran serangan drone Iran sebelumnya, yang disebut sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap wilayah Iran.
Iran berjanji akan melanjutkan operasi tersebut dan menegaskan bahwa setiap serangan terhadap daratan, perairan, atau wilayah udara Iran akan mendapat balasan. Pengumuman itu muncul di tengah laporan media Iran tentang ledakan baru di setidaknya tujuh lokasi di seluruh negeri, seiring meningkatnya konfrontasi militer dengan AS.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan lain terhadap Iran yang bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. CENTCOM juga menyatakan pasukan AS melanjutkan blokade angkatan laut di pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Rabu pukul 16.00 waktu setempat.
Ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Artikel Terkait
Yordania Tembak Jatuh Tiga Rudal Iran dalam Serangan Balasan ke Pangkalan AS
Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Ancam Tutup Selat Hormuz
China Tuding AS Seret Timur Tengah ke Tepi Jurang Berbahaya
Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Energi Iran