Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Ancam Tutup Selat Hormuz

- Rabu, 15 Juli 2026 | 11:54 WIB
Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Ancam Tutup Selat Hormuz

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target di kawasan itu. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan yang lebih dulu dilancarkan AS. Mereka juga mengancam akan terus menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, hingga Washington menghentikan agresinya.

Dalam pernyataannya pada Rabu (15/7), IRGC menegaskan bahwa selat tersebut akan dibuka kembali hanya jika AS menghentikan serangan terhadap Iran. “Operasi pembalasan para pejuang akan berlanjut, dan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Amerika Serikat mengakhiri tindakan agresinya,” ujar IRGC.

Serangan di Bahrain disebut menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berada di ibu kota Manama. Armada itu bertugas mendukung operasi militer AS sekaligus menjaga keamanan maritim di Timur Tengah. IRGC mengklaim bahwa pusat manajemen pangkalan utama, pusat komando dan kontrol, gudang suku cadang dan peralatan militer utama, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar Armada Kelima AS di Bahrain hancur berantakan.

Menanggapi gelombang serangan Iran, militer Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah drone yang dikirim Teheran. “Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan drone musuh menyusul agresi jahat Iran,” kata militer Kuwait.

Sementara itu, Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara saat menghadapi serangan Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warga tetap tenang dan berlindung di tempat yang aman.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags