Wali Kota Solo Canangkan Revolusi Sampah, Ubah Pola Angkut ke TPA

- Rabu, 15 Juli 2026 | 10:20 WIB
Wali Kota Solo Canangkan Revolusi Sampah, Ubah Pola Angkut ke TPA

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan perlunya perubahan fundamental dalam pengelolaan sampah di kota tersebut. Ia menggagas revolusi sampah, sebuah terobosan untuk menghentikan kebiasaan lama yang langsung mengirim sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Tantangannya adalah kebiasaan dari sebelumnya pola angkut, langsung kirim, langsung ke TPA. Yang hari ini pola harus diubah. Revolusi sampah, yang seharusnya kita bisa pilah dan olah mandiri di hulu dan harus ada keberpihakan dari pemerintah untuk berani mengajak masyarakatnya mengubah pola dari kebiasaan yang sudah ada dan tentunya ini tidak populis," kata Respati saat wawancara dengan detikcom, Selasa (15/7/2026).

Respati mengakui bahwa kebijakan ini mungkin tidak disukai sebagian masyarakat. Namun, ia yakin dampak positifnya akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. "Bahwa masyarakat pasti tidak suka dengan sesuatu hal yang baru dan itu mengubah kebiasaan. Tetapi, risiko ini karena tidak populis, tetapi saya yakin saya tidak ingin memberikan warisan yang jelek yang buruk untuk penerus-penerus kita ke depan," ungkapnya.

Pendidikan pemilahan sampah, menurut Respati, harus dimulai sejak tingkat sekolah. Pemerintah kota juga akan mengalokasikan anggaran khusus sebagai komitmen menuntaskan masalah sampah. "Maka dari itu, dari mulai sekolah, dan kita akan melibatkan kelompok masyarakat, anak muda, ibu-ibu untuk mensosialisasikan pemilahan dan pengolahan sampah dan kita akan ada keberpihakan anggaran yang akan kita berikan," ujarnya.

Ia berharap revolusi sampah mampu mengubah paradigma dari sekadar kumpul-angkut-buang menjadi pilah dan olah mandiri. Pelaku pencemar lingkungan pun harus mendapat sanksi setimpal. "Ya, revolusi pengolahan sampah karena mengubah paradigma yang kumpul, angkut, buang, kumpul angkut buang, menjadi pilah dan olah mandiri. Nah ini revolusinya di sini. Dan kita melibatkan kelompok masyarakat untuk langsung turut andil mengelola sampah di tingkat hulu. Dan kita membuka peluang ada nilai ekonomi yang itu dibebankan kepada pelaku-pelaku usaha pencemar sampah," kata dia.

Respati juga menyoroti pembentukan Satgas Semesta sebagai langkah Pemkot Solo untuk memberi dampak baik bagi lingkungan. Ia menegaskan tidak ingin ada lagi praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Kota Solo. "Maka dari itu saya membentuk Satgas Semesta di mana kita menyayangi kembali semesta kita. Di mana tempat pembuangan akhir tidak lagi open dumping, tidak lagi ada gas metana yang keluar," ujar Respati.

"Maka dari itu kesadaran untuk menyayangi semesta khususnya pengelolaan sampah itu menjadi kunci utama keberhasilan, kebersamaan untuk mengurai. Tidak hanya pemerintah, tidak hanya kelompok masyarakat, tetapi setiap individu pasti ada sanksi, pasti ada permasalahan ketika ada merusak lingkungan dan semesta. Maka dari itu sayangi semesta pasti hidup bahagia," imbuhnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags