Sebuah koalisi bekas paramiliter pro-Iran di Irak melaporkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Arab Saudi. Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), yang dikenal sebagai Hashed al-Shaabi, menyatakan serangan itu menimbulkan kerusakan material pada sejumlah bangunan dan properti.
AS dan Arab Saudi mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas rentetan serangan drone dari wilayah Irak yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi dalam beberapa hari terakhir. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut sasaran serangan adalah "teroris yang bersekutu dengan Iran" yang diperintahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
"Serangan ini mengakibatkan gugurnya sejumlah personel dan luka-luka pada yang lainnya, serta kerusakan material pada beberapa bangunan dan properti," kata PMF dalam pernyataannya, Rabu (29/7/2026).
CENTCOM menegaskan bahwa IRGC dan proksi-proksinya harus menghentikan serangan untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut. Arab Saudi turut mengonfirmasi keterlibatannya; kementerian pertahanan kerajaan mengatakan serangan itu mengenai target milik milisi yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.
Artikel Terkait
Arab Saudi Diam-diam Galang Koalisi Internasional Hadapi Blokade Houthi di Laut Merah
Arab Saudi Jajaki Koalisi Internasional Lawan Blokade Houthi di Laut Merah
Denda Rp 480 Juta Menanti Biro Travel yang Lalai Laporkan Jemaah Overstay di Arab Saudi
Pangeran Khalid Temui Trump di Gedung Putih Usai Serangan Gabungan ke Irak