Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif RI Tembus Pasar Timur Tengah, Nilai Kesepakatan Rp3,5 Miliar

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:15 WIB
Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif RI Tembus Pasar Timur Tengah, Nilai Kesepakatan Rp3,5 Miliar

Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif asal Indonesia siap menembus pasar Timur Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman senilai USD197.305 atau setara Rp3,5 miliar antara PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company, perusahaan asal Arab Saudi. Penandatanganan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026).

Kesepakatan ini dinilai sebagai bukti bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, MURIANETWORK.COMini Puntodewi, menyampaikan apresiasinya. "Kerja sama bisnis antara PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company menunjukkan bahwa kemampuan produksi dan kualitas produk Indonesia sudah mumpuni untuk bersaing di pasar internasional. Kami harap, kesepakatan bisnis yang ditandatangani hari ini adalah awal yang baik untuk komoditas unggulan Indonesia di pasar Timur Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menegaskan bahwa produk Indonesia masih berdaya saing di tengah tantangan konflik di Timur Tengah. ITPC Jeddah, menurutnya, terus memfasilitasi pelaku usaha untuk bertemu dengan calon pembeli potensial. "ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Kunjungan buyer ke fasilitas produksi merupakan langkah untuk membangun kepercayaan, menyesuaikan kualitas produk secara langsung sesuai dengan permintaan buyer, sekaligus mempercepat realisasi transaksi," kata Bagas.

Sebelum penandatanganan, Bassam Salem Abdullah Fotis sempat mengunjungi fasilitas produksi PT Visi Indonesia Parama pada hari yang sama. Ia mengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag, mulai dari proses business matching hingga kunjungan ke Indonesia. "Produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang kompetitif. Kami berharap, kerja sama jangka panjang ini dapat terus dibangun dan kami bisa memperluas varian produk lain yang dapat dibawa ke pasar Timur Tengah dan Afrika," ujar Bassam.

Managing Director PT Visi Indonesia Parama, Lukman Nurjaman, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan langsung dari pembeli memberikan kesempatan bagi perusahaannya untuk menunjukkan kemampuan produksi dan kualitas produk. "Melalui kunjungan ini, buyer dapat melihat langsung proses produksi hingga standar kualitas untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Kami berharap, kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang," ungkap Lukman.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, total perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi pada Januari–Juni 2026 mencapai USD1,68 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat USD1,02 miliar, sementara impor dari negara tersebut USD665,10 juta. Pada 2025, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD3,94 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia USD2,89 miliar dan impor USD1,06 miliar. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD1,82 miliar pada tahun tersebut.

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi antara lain garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, serta buah-buahan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags