Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

- Kamis, 30 Juli 2026 | 14:12 WIB
Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

PT Bukalapak Tbk (BUKA) membukukan pendapatan Rp 1,6 triliun pada kuartal II 2026. Secara kumulatif, pendapatan perseroan pada semester I 2026 mencapai Rp 4,0 triliun, naik 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Margin kontribusi perseroan tercatat Rp 72 miliar pada kuartal II 2026, sementara margin kontribusi kumulatif semester I tumbuh 11 persen menjadi Rp 171 miliar. Bukalapak juga mencatat Adjusted EBITDA positif Rp 6 miliar pada kuartal II 2026, melanjutkan tren positif sejak awal tahun. Sepanjang semester I 2026, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp 10 miliar, meningkat sekitar Rp 44 miliar dibandingkan negatif Rp 34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, mengatakan Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang dijalankan perusahaan. "Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

Kinerja Segmen Usaha

Pada kuartal II 2026, segmen Gaming mencatatkan pendapatan Rp 1,39 triliun. Secara kumulatif, pendapatan Gaming selama semester I 2026 tumbuh 42 persen menjadi Rp 3,5 triliun, didukung oleh pengembangan bisnis internasional. Segmen ini juga mencatat Adjusted EBITDA positif secara konsisten, yaitu sebesar Rp 7 miliar pada kuartal II 2026.

Mitra Bukalapak mencatatkan pendapatan Rp 152 miliar pada kuartal II 2026, turun dari Rp 188 miliar pada kuartal II 2025. Penurunan ini merupakan dampak dari langkah fokus pada produk yang lebih selektif. Performa paruh pertama tahun ini juga terpengaruh, di mana pendapatan semester I 2026 turun 27 persen secara tahunan, sebagai bagian dari konsolidasi menuju profitabilitas yang lebih sehat. Meski demikian, margin kontribusi Mitra tumbuh 48 persen menjadi Rp 29 miliar pada kuartal II 2026. Adjusted EBITDA Mitra juga berbalik positif menjadi Rp 8 miliar pada kuartal yang sama, dari negatif Rp 9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Investment melalui BMoney melanjutkan pertumbuhan dengan pendapatan semester I 2026 tumbuh 68 persen secara tahunan, dari Rp 26 miliar menjadi Rp 44 miliar. Margin kontribusi juga tumbuh 62 persen menjadi Rp 15 miliar, didukung oleh pertumbuhan assets under management (AUM) yang mencapai lebih dari Rp 6 triliun.

Segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp 60 miliar pada kuartal II 2026, di tengah fokus perusahaan dalam mengoptimalkan pipeline produk, mengelola persediaan, serta mengembangkan jaringan gerai secara selektif. Efek dari pendekatan selektif ini tercermin pada performa paruh pertama, di mana pendapatan semester I 2026 berada di angka Rp 139 miliar, turun 14 persen dari posisi Rp 162 miliar pada semester I 2025.

Victor menutup, "Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, dan pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen."

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags