Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:00 WIB
Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi

Upaya kedua pemerintahan Donald Trump untuk merebut Selat Hormuz, menguasai uranium yang diperkaya Iran, dan memaksa Tehran bertekuk lutut kembali berakhir sia-sia. Setelah dua pekan serangan, Presiden AS akhirnya memerintahkan penghentian operasi militer.

Kali ini, Iran terbukti jauh lebih siap, lebih kuat, dan lebih gesit dibanding sebelumnya. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan media arus utama disebut-sebut mengalihkan kegagalan ini dengan menyalahkan Rusia dan China.

Kegagalan ini menegaskan bahwa Iran tidak melemah. Sebaliknya, setiap serangan baru justru membuat negara itu semakin tangguh.

Dampak dan Proyeksi ke Depan

Iran diperkirakan akan terus meningkatkan kekuatan militer dan ekonominya dengan dukungan China. Baik Rusia maupun China saat ini berada di bawah sanksi berat dari blok Barat, dan mereka semakin terintegrasi ke dalam kekuatan ekonomi China. Iran sendiri sudah menjual minyak dalam jumlah rekor ke China.

Dalam waktu dekat, rudal-rudal baru yang lebih sulit ditembus sistem pertahanan udara AS dan Israel akan masuk ke dalam persenjataan Iran. Radar dan sistem pertahanan udara yang sangat canggih juga akan dipasang di seluruh Iran, membuat serangan udara AS dan Israel semakin sulit dilakukan.

Lima tahun ke depan, kekuatan militer Iran diproyeksikan tumbuh secara dramatis. Bahkan jika Trump berhasil mendapatkan uranium yang diperkaya, rudal Iran tetap akan menjadi ancaman besar bagi Israel.

Negara-negara Islam di Timur Tengah mulai menyadari risiko jika berpihak pada AS dan Israel. Banyak dari mereka, terutama di kawasan Teluk, mulai menjauhkan diri dari Israel. Semakin besar kekuatan militer Iran, semakin cepat prospek keberlangsungan Israel dipertanyakan.

Kekalahan strategis ini dinilai sangat menghancurkan bagi Israel.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags