Militer Iran mengumumkan pada Jumat (31/7/2026) bahwa mereka telah melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik Timur Tengah yang sempat mereda selama hampir seminggu.
Dalam pernyataannya, militer Iran menyebutkan bahwa sasaran serangan meliputi tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan di Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber, Kuwait. Namun, belum ada tanggapan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai klaim ini.
Serangan tersebut dilakukan, menurut pernyataan militer Iran, sebagai respons atas agresi teroris militer AS terhadap negara mereka, termasuk serangan brutal terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm. Media lokal Iran melaporkan pada Kamis (30/7) bahwa tiga anggota keluarga tewas dalam serangan AS di pulau yang terletak di Selat Hormuz, jalur perairan kritis bagi perdagangan minyak dan gas global.
Artikel Terkait
AS Lancarkan Serangan Habis-habisan ke Iran, Target Militer Jadi Sasaran
Garda Revolusi Iran Sebut Dua Kapal Tanker AS Berbalik Arah Usai Kebakaran di Selat Hormuz
Perang Iran: Superioritas Militer AS Tak Berbanding Lurus dengan Kemenangan Politik
AS Bombardir Kota Perbatasan Iran, Rudal Berhasil Dicegat