Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menyerang pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Eropa jika Presiden Donald Trump meningkatkan eskalasi konflik. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Teheran siap memperluas medan pertempuran di luar Timur Tengah.
Menurut laporan Financial Times yang mengutip dua sumber pejabat dekat pemerintah Iran, militer Iran sedang mengkaji opsi serangan terhadap fasilitas AS di sejumlah negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria. Pada Juli lalu, Bulgaria telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan Pangkalan Udara Bezmer sebagai basis pesawat tanker militer.
Sejauh ini, Iran memang telah menargetkan pangkalan militer Eropa yang digunakan AS, namun serangan yang dilakukan masih sangat terbatas. Pada Maret lalu, sebuah pangkalan udara Inggris di Siprus dihantam drone Iran. Pangkalan tersebut juga masuk dalam daftar target potensial jika AS kembali melancarkan serangan ke Iran.
Salah satu sumber menyebutkan, militer Iran juga mempelajari kemungkinan menyerang kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika eskalasi terus berlanjut. "Jika AS bertindak keterlaluan, Iran akan mempertahankan diri dengan segala cara, melampaui kawasan ini, dan juga menyerang Eropa," ujar sumber tersebut, Kamis (20/8/2026).
Laporan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan ketidakjelasan prospek perundingan lanjutan antara AS dan Iran. Trump sendiri menegaskan tidak ada pembicaraan atau perundingan yang berlangsung atau dijadwalkan dengan Teheran.
Para pejabat militer Iran sebelumnya juga memperingatkan bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target yang sah.
Artikel Terkait
Ketua Parlemen Iran Kecam Tekanan AS dan Sebut Pejabatnya Tak Kompeten
Membedah Klaim Jasa Amerika dalam Kemerdekaan Indonesia
Iran Tawarkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Setelah Para Pemimpin Iran Tewas, Apa yang Sebenarnya Diraih AS?