Bentrokan Antarwarga di Flores Timur Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Dibakar

- Senin, 20 Juli 2026 | 07:36 WIB
Bentrokan Antarwarga di Flores Timur Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Dibakar

Bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan tiga orang tewas dan 20 rumah hangus terbakar. Insiden ini dipicu oleh sengketa lahan ulayat yang sudah berlarut-larut.

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, lima orang lainnya mengalami luka ringan. "Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar," ujarnya, Minggu (19/7).

Personel TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah konflik meluas. Aparat juga membantu evakuasi korban serta mengamankan titik-titik rawan di perbatasan kedua desa.

Eliezer mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. "Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persaudaraan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," katanya.

Pemicu Bentrok

Menurut Eliezer, akar persoalan adalah sengketa lahan ulayat yang telah berlangsung lama. Perselisihan serupa sebelumnya juga memicu bentrokan antara kedua desa pada Mei 2026. "Awalnya masalah lahan dan sudah diselesaikan yang difasilitasi oleh pemda dan aparat, tapi kemarin terjadi lagi bentrokan susulan," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama aparat keamanan telah beberapa kali memfasilitasi mediasi. Upaya penyelesaian juga dilakukan melalui dialog dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Bahkan, warga dari kedua pihak sebelumnya telah menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela kepada polisi sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian.

Polres Flores Timur bersama TNI terus mengedepankan langkah kemanusiaan dan preventif. Petugas masih bersiaga di sejumlah titik strategis di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags