Pembangunan tribun selatan Stadion Sudiang di Makassar masih tertahan hingga Senin, 10 Agustus 2026. Kontraktor berulang kali menghentikan pekerjaan di area tersebut akibat sengketa lahan yang belum tuntas, sementara proyek di sisi lain stadion terus berjalan.
Proyek strategis nasional itu tetap dikerjakan di bagian timur, utara, dan barat, tetapi tribun selatan ditinggalkan sementara. Penyebabnya, sisa pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp18 miliar belum dilunasi kepada pemilik lahan.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, mengatakan tim pelaksana memilih mengalihkan pekerjaan ke zona yang lebih aman sambil menunggu persoalan lahan diselesaikan.
"Tribun selatan itu terhambat. Ketika kami kerja, mereka datang dan pembangunan dihentikan lagi. Jadi kami tinggalkan tribun selatan, kami kerja yang aman dulu, yaitu timur, utara, dan barat," kata Iwan, Senin, 10 Agustus 2026.
Iwan menyebut perkara itu sebenarnya sudah berkekuatan hukum tetap, tetapi kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan belum rampung. "Sebenarnya sudah inkrah, hanya persoalannya belum dilunasi, kurang lebih Rp18 miliar lagi," ujarnya.
Secara keseluruhan, progres fisik Stadion Sudiang sudah mendekati 15 persen per Senin, 10 Agustus 2026. Struktur bangunan di tribun barat dan timur sudah masuk tahap lantai tiga, sehingga pekerjaan utama sementara dipusatkan di area yang tidak tersangkut sengketa.
Utang ganti rugi lahan ini bukan isu baru. Dalam rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Sulsel pada 11 Maret 2026, pemilik lahan melalui kuasa hukumnya, Asher Tambo, menyatakan pembayaran kedua lebih dari Rp18 miliar untuk lahan seluas 20.000 meter persegi belum diterima, meski pembayaran tahap pertama sebesar Rp10 miliar sudah dilakukan.
Dalam forum yang sama, perwakilan Pemprov Sulsel menjelaskan pelunasan belum dianggarkan pada 2025 dan 2026 dengan alasan kondisi fiskal daerah, termasuk pemangkasan dana transfer. DPRD Sulsel saat itu mendesak sisa kewajiban segera dituntaskan agar konflik lahan tidak mengganggu pembangunan stadion.
Dengan sengketa yang belum selesai, pola kerja proyek kini dibuat bertahap. Tribun selatan tetap menjadi titik paling rawan, sementara pembangunan di sisi timur, utara, dan barat terus dikebut agar target keseluruhan proyek tidak sepenuhnya tersendat.
Artikel Terkait
Pembayaran Lahan Stadion Sudiang Belum Tuntas, Progres Pembangunan Capai 15 Persen
Sekolah Dasar di Bandung Digembok Lagi, Pihak Sekolah Waswas
Suporter PSM Desak Transparansi Progres Pembangunan Stadion Sudiang
Bentrok Warga Makassar Terkait Sengketa Lahan Kembali Pecah, Empat Motor Dibakar