Final Piala Dunia 2026 Diwarnai Kericuhan, Pemain Argentina Terancam Sanksi

- Senin, 20 Juli 2026 | 08:40 WIB
Final Piala Dunia 2026 Diwarnai Kericuhan, Pemain Argentina Terancam Sanksi

Perayaan gelar juara Spanyol pada final Piala Dunia 2026 ternoda oleh kericuhan yang terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain Argentina dan Spanyol terlibat adu mulut hingga bentrokan fisik di lapangan Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (20/7/2026) waktu setempat.

Spanyol memastikan gelar juara dunia keduanya setelah mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Namun, ketegangan yang sudah terasa sepanjang pertandingan berlanjut setelah laga usai.

Gelandang Argentina Leandro Paredes menjadi sorotan utama dalam insiden tersebut. Menurut sejumlah laporan, pemain berusia 32 tahun itu mendapat kartu merah setelah pertandingan berakhir akibat keterlibatannya dalam keributan di lapangan. Selain Paredes, bek Nahuel Molina juga menjadi perhatian. Rekaman siaran pertandingan memperlihatkan Molina diduga mengayunkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri, ketika para pemain kedua tim saling berhadapan usai peluit akhir.

Paredes juga terlihat bersitegang dengan bek Spanyol Eric Garcia. Dalam tayangan pertandingan, ia tampak menendang Garcia hingga terjatuh sebelum kembali mendorong pemain Barcelona tersebut saat situasi memanas. Gelandang AS Roma itu juga sempat terlibat adu argumen dengan Gavi.

Di tengah kekacauan tersebut, para pemain Spanyol berusaha melanjutkan selebrasi gelar juara mereka di sisi lain lapangan, sementara aparat keamanan dan ofisial segera turun untuk memisahkan kedua kubu.

Mantan kapten Inggris Alan Shearer mengecam keras tindakan para pemain Argentina. Menurutnya, emosi akibat kekalahan tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan.

"Paredes melemparkan dua atau tiga pukulan ke arah wajah seseorang. Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu. Kami tahu betapa menyakitkan kekalahan, tetapi ada cara yang benar untuk menerima kekalahan. Reaksi Argentina setelah peluit akhir sangat buruk," ujar Shearer.

Pendapat serupa disampaikan Gary Neville. Mantan bek Manchester United itu menilai Paredes kembali menunjukkan perilaku yang tidak semestinya.

"Saya menyukai semangat kompetitif pemain Argentina, tetapi Paredes benar-benar memalukan dalam beberapa pertandingan terakhir," kata Neville.

Legenda Inggris lainnya, Wayne Rooney, mengaku tidak terkejut melihat reaksi Argentina setelah kalah di final. Ia menilai sikap tersebut sudah beberapa kali terlihat selama turnamen berlangsung.

"Apakah saya terkejut? Tidak. Kami pernah melihat reaksi seperti ini dari Argentina sebelumnya. Jika kalah dalam pertandingan sepak bola, terimalah dengan lapang dada. Sangat disayangkan melihat kejadian seperti ini," ujar Rooney.

Meski mengkritik perilaku beberapa pemain Argentina, mantan kiper Inggris Joe Hart memberikan apresiasi kepada Lionel Messi. Menurutnya, kapten La Albiceleste tetap menunjukkan sportivitas dengan menyalami satu per satu pemain Spanyol setelah pertandingan.

"Satu-satunya pemain yang menunjukkan kelas adalah Lionel Messi. Dia menyalami seluruh pemain Spanyol. Argentina tidak punya alasan untuk mengeluh dengan hasil pertandingan hari ini," ucap Hart.

Kericuhan tersebut menjadi penutup yang kontras bagi final Piala Dunia 2026. Di satu sisi, Spanyol merayakan gelar dunia kedua dalam sejarah mereka. Di sisi lain, aksi emosional sejumlah pemain Argentina menjadi sorotan dan berpotensi mendapat tindak lanjut dari FIFA.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags