Personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sejumlah titik di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pascabentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang menewaskan tiga orang. Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, sebanyak 185 personel dikerahkan, terdiri atas 82 personel Polres Flores Timur, 34 personel BKO Brimob Maumere, 69 personel BKO Polda NTT, serta personel dari Kodim 1624/Flores Timur. Mereka akan tetap bersiaga hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.
“Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Adhitya, Senin (20/7). Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Mari bersama menjaga persaudaraan, menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian sehingga situasi di Adonara Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Selain itu, sedikitnya 20 unit rumah dilaporkan terbakar. Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, bentrokan tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka ringan. “Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” ujar Eliezer, Minggu (19/7/2026). Konflik ini dipicu sengketa lahan di kedua desa.
Artikel Terkait
Suara dari 1930 Kembali ke Flores Timur, Menyentuh Ingatan dan Tradisi
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1 Kilometer
Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Knalpot Berisik, Polisi Tetapkan 7 Tersangka