Tiga Tewas dalam Bentrokan Antarwarga di Flores Timur, TNI-Polri Siaga

- Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB
Tiga Tewas dalam Bentrokan Antarwarga di Flores Timur, TNI-Polri Siaga

Personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sejumlah titik di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pascabentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang menewaskan tiga orang. Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, sebanyak 185 personel dikerahkan, terdiri atas 82 personel Polres Flores Timur, 34 personel BKO Brimob Maumere, 69 personel BKO Polda NTT, serta personel dari Kodim 1624/Flores Timur. Mereka akan tetap bersiaga hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.

“Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Adhitya, Senin (20/7). Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Mari bersama menjaga persaudaraan, menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian sehingga situasi di Adonara Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.

Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Selain itu, sedikitnya 20 unit rumah dilaporkan terbakar. Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, bentrokan tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka ringan. “Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” ujar Eliezer, Minggu (19/7/2026). Konflik ini dipicu sengketa lahan di kedua desa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags