MURIANETWORK.COM - Sembilan pemain ski hilang setelah diterjang longsoran salju di kawasan Castle Peak, Pegunungan Sierra Nevada, California, Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, delapan orang telah ditemukan meninggal dunia dalam operasi penyelamatan yang masih berlangsung hingga Kamis (19/2/2026). Satu orang lainnya masih dalam pencarian di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menghambat upaya tim.
Operasi Penyelamatan di Tengah Badai
Tim penyelamat yang terdiri dari lebih dari 40 personel, termasuk unit ski terlatih, telah dikerahkan sejak insiden terjadi. Mereka berhasil menemukan dan mengevakuasi enam orang yang selamat dari lokasi kejadian. Namun, pencarian untuk satu orang yang masih hilang terus dilakukan meski dihadapkan pada badai salju dengan intensitas tinggi, angin kencang, dan jarak pandang yang sangat terbatas.
Sheriff Nevada County, Shannan Moon, mengonfirmasi situasi yang masih genting. "Kami masih mencari salah satu anggota saat ini," ujarnya.
Ia menambahkan deskripsi tentang tantangan di lapangan. "Kondisi cuaca yang ekstrem menurut saya adalah pernyataan yang meremehkan: banyak salju, angin kencang, angin yang tidak memungkinkan untuk melihat," jelas Moon.
Kelompok yang Terjebak di Pondok Gunung
Menurut informasi dari Blackbird Mountain Guides, perusahaan pemandu yang memimpin perjalanan ini, kelompok tersebut terdiri dari 11 klien dan empat pemandu. Mereka telah bermalam di beberapa pondok sekitar Frog Lake sejak hari Minggu sebelum tragedi longsor terjadi. Rombongan itu tengah melakukan aktivitas ski pedalaman di area yang dikenal memiliki medan menantang.
Peringatan Bahaya dari Pihak Berwenang
Para ahli cuaca dan otoritas setempat telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai risiko longsoran salju yang sangat tinggi di kawasan tersebut. Sheriff Placer County, Wayne Woo, secara khusus meminta masyarakat untuk tidak mendekati wilayah pegunungan Sierra Nevada hingga kondisi benar-benar aman.
"Mohon hindari Sierras selama badai saat ini dan dalam beberapa hari ke depan, hindari perjalanan ke gunung. Ini berbahaya," tuturnya dengan penekanan.
Insiden tragis ini kembali menyoroti betapa berbahayanya aktivitas di alam bebas selama musim dingin, terutama ketika peringatan dari badan berwenang telah dikeluarkan. Operasi penyelamatan dipastikan akan dilanjutkan segera setelah kondisi cuaca memungkinkan tim untuk bekerja dengan lebih aman.
Artikel Terkait
Hari Pertama Puasa, Sejumlah Ruas Tol Jakarta Langsung Macet
Anggota DPR Desak Pengoperasian Maksimal Pelabuhan Kijing untuk Dongkrak Ekonomi Kalbar
Bus Tanpa Izin dan Sopir Minim Pengalaman Diduga Picu Kecelakaan Maut di Semarang, 16 Tewas
TransJakarta Sediakan Musala di 69 Halte untuk Fasilitasi Ibadah Penumpang Ramadan