MURIANETWORK.COM - PT GTS Internasional Tbk (GTSI), perusahaan yang berafiliasi dengan Humpuss Group, resmi kehilangan dua pimpinannya. I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama, disusul oleh Direktur Dira K. Mochtar. Pengunduran diri ini diterima perseroan pada 12 Februari 2026 dan akan efektif setelah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Februari mendatang.
Pengunduran Diri dan Efektivitasnya
Corporate Secretary GTSI, Tuti Yuliyani, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima surat pengunduran diri dari kedua petinggi tersebut. Meski mundur dengan alasan profesional, manajemen tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai latar belakang keputusan ini.
Tuti Yuliyani menjelaskan, "Pengunduran diri (keduanya) tersebut berlaku efektif sampai dengan disetujuinya perubahan susunan pengurus perseroan dalam RUPSLB yang diselenggarakan pada 26 Februari 2026."
Polemik di Balik Penunjukan Ari Askhara
Keputusan mundurnya Ari Askhara menarik perhatian, mengingat penunjukannya sebagai Dirut GTSI pada 13 Januari 2026 sempat memicu polemik. Latar belakangnya adalah vonis pidana yang pernah dijatuhkan kepada Ari Askhara pada akhir 2019, saat ia masih menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Saat itu, ia terbukti menyalahgunakan wewenang untuk menyelundupkan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, yang berujung pada hukuman penjara satu tahun dan denda Rp300 juta.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan