MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat kembali mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (18 Februari 2026), didorong oleh sentimen positif dari sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Indeks S&P 500 naik 0,6% mendekati level rekor tertingginya, dengan saham raksasa chip Nvidia menjadi motor utama penguatan setelah mengumumkan kemitraan strategis dengan Meta Platforms. Kenaikan ini terjadi di tengah musim laporan keuangan yang umumnya solid, meski investor tetap waspada terhadap risiko valuasi dan proyeksi ke depan di balik euforia AI.
Nvidia dan Meta Pacu Sentimen Teknologi
Penguatan pasar dipimpin secara signifikan oleh Nvidia, yang sahamnya menguat 1,6%. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman kemitraan jangka panjang dengan Meta Platforms, di mana Meta akan menggunakan jutaan unit chip dan perangkat keras Nvidia untuk membangun pusat data AI generasi berikutnya. Kemitraan strategis ini semakin menegaskan posisi Nvidia sebagai pemain kunci dalam infrastruktur AI global.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menanggapi kolaborasi ini dengan optimisme. "Tidak ada yang menandingi skala Meta dalam mengembangkan AI," ungkapnya, menyoroti potensi besar dari kerja sama tersebut.
Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Wall Street, setiap pergerakan Nvidia memiliki dampak yang luas terhadap indeks utama, terutama S&P 500. Kinerjanya hari ini kembali menggarisbawahi bagaimana narasi pengembangan AI masih menjadi pendorong sentimen pasar yang dominan.
Euforia AI dan Kekhawatiran Investor
Namun, di balik optimisme tersebut, sejumlah analis dan investor mulai mencermati risiko yang menyertainya. Kekhawatiran utama berpusat pada besarnya belanja modal yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan teknologi seperti Meta untuk infrastruktur AI, dan apakah investasi raksasa itu pada akhirnya akan menghasilkan profitabilitas dan peningkatan produktivitas yang sepadan. Ketidakpastian ini tercermin dari pergerakan saham Meta yang sempat berfluktuasi, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 0,6%.
Artikel Terkait
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar
PLN Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Dana untuk Token Listrik yang Salah Beli
Laba Tugu Insurance Melonjak 77% Jadi Rp711 Miliar di 2025