Indeks utama Wall Street dibuka mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, seiring optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) mampu meredam kekhawatiran investor mengenai situasi geopolitik di Timur Tengah pasca serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran. Pada pukul 10.02 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 73,76 poin atau 0,15 persen ke level 50.653,46. Sementara itu, S&P 500 menanjak 53,34 poin atau 0,71 persen menjadi 7.526,81, dan Nasdaq Composite menguat 295,88 poin atau 1,12 persen ke posisi 26.639,85.
Kepala Ahli Strategi Pasar B Riley Wealth, Art Hogan, menyebutkan bahwa pelaku pasar saat ini menunjukkan optimisme yang hati-hati. Menurutnya, fokus utama tertuju pada perencanaan jalan keluar dari konflik yang sedang berlangsung, meskipun ada kesadaran bahwa diperlukan waktu bagi harga energi dan inflasi untuk kembali ke tingkat yang wajar.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik hingga 2,7 persen, namun masih bertahan di bawah level 100 dolar AS per barel. Pasar saham global pun bergerak fluktuatif karena ketidakpastian masih menyelimuti kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali arus pengiriman melalui Selat Hormuz.
S&P 500 dan Russell 2000 bahkan menyentuh rekor tertinggi intraday pada hari yang sama, menegaskan kekuatan reli yang terjadi belakangan ini. Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, delapan di antaranya mencatatkan kenaikan, dengan subindeks teknologi informasi memimpin peningkatan sebesar 1,5 persen.
Laporan pendapatan yang optimistis dan kepercayaan yang kembali menguat terhadap perdagangan AI telah mendorong saham AS naik meskipun konflik dengan Iran masih berlangsung. Investor kini mulai mengalihkan perhatian ke penawaran umum perdana (IPO) beberapa perusahaan AI swasta terbesar, termasuk SpaceX.
Saham perusahaan antariksa tersebut melonjak signifikan. Intuitive Machines naik 16 persen, sementara Planet Labs dan Rocket Lab masing-masing mencatat kenaikan 13,5 persen dan 5 persen.
Musim laporan pendapatan yang hampir berakhir turut memberikan angin segar. Pertumbuhan pendapatan kuartal I-2026 diperkirakan mencapai 29 persen secara tahunan, jauh melampaui perkiraan sebelumnya yang hanya 16,1 persen sebulan lalu, berdasarkan data LSEG.
Di sisi lain, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai ketua Federal Reserve pada Jumat lalu. Pengangkatannya terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi, sehingga menambah ekspektasi akan kebijakan moneter global yang lebih ketat.
Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap untuk sisa tahun ini, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. S&P 500 mencatat 30 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 128 rekor tertinggi baru dan 42 rekor terendah baru.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026
Penjualan Melonjak, Laba Bersih Mustika Ratu Tembus Rp1,11 Miliar pada Kuartal I-2026