Klaim Gavi Tuding Argentina Korupsi Usai Final Piala Dunia 2026 Ternyata Hoaks

- Selasa, 21 Juli 2026 | 01:45 WIB
Klaim Gavi Tuding Argentina Korupsi Usai Final Piala Dunia 2026 Ternyata Hoaks

Klaim viral yang menyebut gelandang Spanyol Pablo Gavi menuduh Argentina melakukan korupsi usai final Piala Dunia 2026 dipastikan palsu. Lembaga pemeriksa fakta Verificat mengonfirmasi bahwa narasi tersebut berasal dari akun media sosial satir, bukan pernyataan resmi Gavi.

Unggahan di platform X sebelumnya mengeklaim bahwa Gavi menyindir pemain Argentina, Leandro Paredes, melalui wawancara buatan. Akun parodi tersebut menuliskan kalimat rekaan, "¿Apakah kali ini Infantino tidak menjawab panggilan kalian?" dan menambahkan klaim "sepak bola akhirnya menang melawan korupsi" untuk memperkeruh suasana.

Verificat menjelaskan bahwa akun pembuat hoaks secara eksplisit mencantumkan keterangan penolakan tanggung jawab pada profilnya, bertuliskan "Fiksi dan satir sepak bola, jangan percaya apa pun." Foto yang digunakan dalam unggahan palsu juga bukan berasal dari konferensi pers pascamatch, melainkan tangkapan layar video Diario AS tanggal 29 Juni 2026.

Alih-alih memicu polemik, Gavi justru mengunggah pesan perayaan emosional di media sosial pada Senin. "Jangan ada yang membangunkan saya dari mimpi ini, mimpi seorang anak dari Los Palacios yang bermimpi memenangkan Piala Dunia bersama negaranya… dan sekarang, pada usia 21 tahun, mewujudkannya di New York," tulisnya. Pemain berusia 21 tahun itu juga mengenang masa-masa sulit akibat cedera panjang sebelum mencapai puncak karier.

"Kisah saya adalah kisah mengalami masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir karena cedera, tetapi berkat orang-orang terdekat saya, keluarga, teman-teman, serta semua kerja keras dan pengorbanan… hari ini saya bisa mengatakan bahwa itu semua sepadan," ujar Gavi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga, Real Betis, La Masia, serta para pelatih, dan mempersembahkan trofi untuk almarhumah neneknya.

Sementara itu, tidak ada pernyataan publik dari Gavi, Eric Garcia, maupun Leandro Paredes terkait insiden fisik seusai peluit panjang di MetLife Stadium. Wasit Slavko Vincic memberikan kartu merah kepada Paredes pascamatch, sedangkan Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua mereka lewat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags