Trump Gelar Pertemuan Kabinet Langka di Camp David di Tengah Negosiasi Kritis dengan Iran

- Selasa, 26 Mei 2026 | 23:35 WIB
Trump Gelar Pertemuan Kabinet Langka di Camp David di Tengah Negosiasi Kritis dengan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan menggelar pertemuan kabinet di Camp David, tempat peristirahatan presiden yang terletak di pegunungan Maryland, pada Rabu waktu setempat. Momen yang tergolong langka ini terjadi di tengah fase kritis negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi agenda tersebut, Selasa (26/5/2026), seraya menyebut bahwa pemilihan lokasi yang terpencil dan jarang digunakan oleh Trump ini mencerminkan sensitivitas tinggi dari diskusi yang akan berlangsung. Berbeda dengan para pendahulunya yang kerap memanfaatkan Camp David sebagai tempat retret dan perundingan, Trump justru jarang menginjakkan kaki di lokasi tersebut selama masa kepemimpinannya. Kunjungan kali ini merupakan yang kedua kalinya pada masa jabatan keduanya. Sebelumnya, Trump hanya sekali mengunjungi Camp David, yakni beberapa hari sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap program nuklir Iran pada Juni 2025. Menurut laporan New York Post, isu Iran diprediksi akan mendominasi jalannya pertemuan yang direncanakan dihadiri oleh seluruh anggota kabinet tersebut. Selain itu, pejabat Gedung Putih menambahkan bahwa pembahasan mengenai agenda ekonomi juga akan turut dibahas dalam forum tertutup itu. Camp David sendiri memiliki sejarah panjang sebagai saksi berbagai perkembangan diplomatik penting yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Pada tahun 1978, lokasi ini menjadi tempat lahirnya kesepakatan damai antara Israel dan Mesir di bawah mediasi Presiden Jimmy Carter. Dua dekade kemudian, pada tahun 2000, Camp David juga menjadi lokasi KTT Israel-Palestina yang sayangnya berakhir tanpa kesepakatan di bawah kepemimpinan Bill Clinton. Namun, di era kepresidenan Trump, Camp David lebih sering menjadi tempat yang ia hindari. Pada masa jabatan pertamanya, Trump bahkan membatalkan rencana pertemuan puncak dengan para pemimpin Taliban di tempat peristirahatan tersebut sebagai buntut dari serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Sementara itu, dalam beberapa pernyataan terakhirnya, Trump mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sudah hampir tercapai. Meski demikian, ia menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung dalam suasana tegang dan memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran tetap menjadi opsi yang dapat dilanjutkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar