PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat infrastruktur digital demi meningkatkan transparansi pasar modal. Terhitung sejak Jumat (10/7/2026), BEI resmi meluncurkan tiga sub-fitur baru pada menu Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile, yakni informasi Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding.
Pengembangan fitur ini bertujuan menyajikan data yang lebih komprehensif bagi investor dalam menganalisis perusahaan tercatat. Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi agenda reformasi pasar modal untuk memperluas akses investor terhadap data yang kredibel, guna mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih akurat.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa penambahan fitur ini merupakan bentuk komitmen bursa menghadirkan layanan informasi yang semakin transparan.
"PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan tiga sub-fitur baru pada fitur Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile, yaitu informasi Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding. Ini merupakan bagian dari pengembangan IDX Mobile untuk menghadirkan informasi yang semakin komprehensif sebagai referensi bagi investor dalam menganalisis perusahaan tercatat dan mengambil keputusan investasi," ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Selain memperkaya konten, BEI juga menyempurnakan visualisasi grafik dan aksesibilitas aplikasi agar lebih informatif dan intuitif bagi pengguna. Otoritas bursa menegaskan inovasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam melayani lebih dari 630 ribu pengguna aktif IDX Mobile saat ini. Pembaruan fitur adalah respons BEI terhadap kebutuhan informasi investor yang kian berkembang seiring waktu.
"BEI akan terus melakukan inovasi dan pengembangan fitur guna menghadirkan layanan informasi pasar modal yang semakin lengkap, kredibel, dan transparan," kata Kautsar.
Sepanjang pekan ini, bursa juga mencatatkan tren positif dengan menyambut enam emiten baru, mulai dari PT Niramas Utama Tbk (JELI) hingga PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 6 10 Juli 2026 ditutup menguat 0,83 persen ke level 5.924,360, dengan kapitalisasi pasar meningkat ke angka Rp10.340 triliun.
Kautsar menambahkan, langkah BEI dalam mengintegrasikan teknologi dan transparansi data adalah wujud nyata dukungan terhadap pasar modal Indonesia agar tetap berintegritas dan memiliki daya saing tinggi. Pihaknya akan terus memperluas fitur-fitur pendukung di masa mendatang demi menciptakan ekosistem investasi yang lebih inklusif.
"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BEI dalam mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu memenuhi kebutuhan informasi investor yang terus berkembang," urainya.
Artikel Terkait
Samcro Hyosung Realisasikan 85% Dana IPO untuk Ekspansi dan Pembayaran Utang
Sepuluh Saham Paling Tertekan Sepanjang Pekan, TRUS Pimpin Pelemahan
IHSG Menguat 0,83% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Saham NTBK Melesat 112 Persen, Puncaki Top Gainers Pekan Ini