Pemerataan distribusi dana umat di Indonesia menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan tata kelola instrumen keuangan sosial Islam, dengan potensi penerimaan yang diperkirakan mencapai Rp300 triliun per tahun guna mendukung pengentasan kemiskinan. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dimiliki oleh dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi. Dalam upaya mewujudkan hal itu, sinergi lintas institusi dinilai menjadi kunci utama agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Direktur BSI Maslahat, Anas Nasrudin, menekankan bahwa kerja sama antarlebaga merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan potensi dana umat. Saat ini, BSI Maslahat resmi menjalin kerja sama operasional dengan lembaga filantropi MyFundAction Indonesia. Integrasi layanan melalui pembentukan Unit Layanan Zakat (ULZ) diharapkan menjadi preseden dalam kolaborasi kelembagaan di tanah air.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan manfaat positif bagi kedua pihak dalam memaksimalkan pengelolaan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia, sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," jelas Anas dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Dengan optimalisasi basis data dan jaringan dari kedua pihak, target pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi sosial melalui instrumen ZIS diproyeksikan dapat dieksekusi dengan tingkat akurasi sasaran yang lebih tinggi pada periode mendatang. MyFundAction kini secara resmi beroperasi sebagai salah satu ULZ di bawah naungan BSI Maslahat guna mengakselerasi penghimpunan serta pemerataan distribusi dana umat yang transparan dan tepat sasaran bagi komunitas prasejahtera.
Sementara itu, fokus utama dari kerja sama ini adalah memperluas jangkauan dan pemerataan manfaat penyaluran dana umat secara tepat sasaran. Branch Manager MyFundAction Indonesia, Rimanda Putra, memaparkan bahwa sinergi lintas lembaga ini merupakan bagian dari peta jalan perluasan program penyaluran ZIS yang diusung institusinya.
"Melalui kerja sama ini kami ingin memperkuat kolaborasi untuk bisa menciptakan dampak yang lebih luas lagi, bukan hanya nasional tapi juga global harapannya," ujar Rimanda. Ia menegaskan bahwa kapabilitas institusi akan difokuskan pada eskalasi manfaat ekonomi bagi para penerima manfaat.
Artikel Terkait
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026
Penjualan Melonjak, Laba Bersih Mustika Ratu Tembus Rp1,11 Miliar pada Kuartal I-2026
Surge Resmi Luncurkan IRA-Internet Rakyat, Tawarkan Internet 100 Mbps Rp100 Ribu per Bulan di Jawa, Maluku, dan Papua
Bakrie Group Perkuat Kepemilikan di BIPI Usai Menang Tender Proyek Energi Sampah Danantara