Bakrie Group Perkuat Kepemilikan di BIPI Usai Menang Tender Proyek Energi Sampah Danantara

- Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB
Bakrie Group Perkuat Kepemilikan di BIPI Usai Menang Tender Proyek Energi Sampah Danantara

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengonfirmasi peningkatan kepemilikan PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) atas saham perseroan dari 6,73 persen menjadi 7,06 persen, setelah BCI membeli 212,86 juta lembar saham BIPI dengan harga Rp180 per saham atau senilai total Rp38,3 miliar.

Aksi korporasi di level pemegang saham ini memperkuat posisi BIPI yang baru saja memenangkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) gelombang kedua yang digelar Badan Pengelola Investasi Dana Anagatha Nusantara (BPI Danantara). Langkah ekspansi ke bisnis energi hijau ini merupakan bagian dari diversifikasi usaha sekaligus dukungan perseroan terhadap pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.

Corporate Secretary BIPI, Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi penguatan portofolio investasi di sektor energi hijau. “(Langkah) Ini sekaligus juga merupakan bagian dari strategi kami dalam penguatan portofolio investasi di sektor energi hijau yang mendukung pengembangan bisnis energi berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Menurut Kurniawan, suntikan dana segar bersamaan dengan kemenangan tender dari Danantara akan menjadi fondasi utama bagi BIPI untuk mengejar target ambisius, yakni mengalihkan 50 persen sumber pendapatan ke segmen non-batu bara dalam tiga tahun ke depan. Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mendongkrak kembali kinerja fundamental keuangan yang sempat mengalami tekanan.

“Aliansi strategis (dengan Bakrie Group) ini semakin kuat dengan bergabungnya juga Humpuss Group dalam mendukung kinerja bisnis kami ke depan,” ujar Kurniawan.

Klaim bergabungnya Humpuss Group merujuk pada kerja sama yang telah diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BIPI dan Humpuss Group. Keduanya berkolaborasi dalam pelaksanaan lima proyek energi berkelanjutan dengan total estimasi belanja modal mencapai USD1,5 miliar.

Kurniawan menjelaskan, kerja sama dengan Humpuss Group akan difokuskan pada proyek-proyek masa depan, seperti pembangkit listrik panas bumi atau geothermal yang terintegrasi dengan data center di Pulau Sabang, Aceh, pembangunan Mini LNG Plant di Sidoarjo dan Batam, serta infrastruktur hilir industri penunjang energi terbarukan.

Ekspansi besar ini melengkapi portofolio hijau BIPI yang sebelumnya telah mengamankan 20 persen kepemilikan saham di anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) untuk mengoperasikan fasilitas PSEL Cipeucang di Tangerang Selatan. Langkah itu sekaligus memantapkan posisi BIPI di dalam lingkaran elite penyedia energi bersih nasional.

Untuk mendanai kebutuhan belanja modal segmen non-batu bara yang diperkirakan mencapai Rp86 triliun dalam beberapa tahun ke depan, BIPI telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 99,90 persen di anak usaha tambang batu bara, PT Sintesa Bara Gemilang Tbk (SBG), senilai Rp1,79 triliun kepada PT Indo Panca Borneo. Divestasi ini tidak hanya mendatangkan likuiditas segar untuk ekspansi, tetapi juga membebaskan BIPI dari beban sebagai corporate guarantor atas utang tambang SBG yang mencapai Rp4 triliun.

“Dengan demikian, secara neraca keuangan Perseroan juga jadi jauh lebih sehat dan atraktif di mata investor,” ujar Kurniawan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar