Prabowo Minta Aparat Negara Introspeksi: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:20 WIB
Prabowo Minta Aparat Negara Introspeksi: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri, hingga Kejaksaan, untuk melakukan introspeksi dan membenahi diri. Hal ini disampaikan dalam acara Peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, langkah itu diperlukan demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, dan sepenuhnya bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi,” tegas Prabowo. Ia mengingatkan bahwa semua atribut dan kehormatan yang melekat pada aparat negara berasal dari kepercayaan dan uang rakyat. “Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu! Kejaksaan, Anda pakai bintang juga, kau! Kau juga milik rakyat!” ujarnya dengan nada tinggi.

Prabowo menekankan bahwa rakyat sudah tidak lagi menginginkan praktik korupsi dan penipuan terus berlangsung. Karena itu, ia meminta seluruh aparat negara memperbaiki diri dan tidak mengkhianati amanah yang diberikan masyarakat. “Marilah kita sama-sama membenahi diri, memperbaiki diri,” katanya.

“Saya tidak mau melihat ke belakang, tetapi saya mohon, perbaiki dirimu. Mawas diri. Jangan melawan kepada rakyat, rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” lanjut Prabowo.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi, meskipun menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik tersebut. “Kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat, dengan perlawanan-perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu,” ujarnya.

Prabowo memastikan penegakan hukum akan dilakukan secara adil tanpa memandang status atau kekuasaan. “Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua. Bukan hanya untuk orang kuat saja,” tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags