Pedro Acosta menegaskan tidak merasa tertekan menjadi rekan setim Marc Marquez di Ducati Lenovo mulai MotoGP 2027. Sebaliknya, ia justru melihat peluang besar di balik perubahan regulasi yang akan berlaku pada musim tersebut.
Ducati Lenovo telah mengumumkan susunan pembalap untuk musim depan, dengan memperpanjang kontrak Marquez dan kemudian merilis pernyataan soal Acosta. Kehadiran pembalap berusia 22 tahun itu langsung menarik perhatian karena ia akan berhadapan langsung dengan Marquez, yang memiliki reputasi mentereng dengan tujuh gelar juara dunia.
Status Marquez saja sudah membuat Francesco Bagnaia, yang notabene dua kali juara dunia MotoGP, terlihat tertekan sejak musim lalu. Beban yang sama disebut-sebut bakal menggelayuti Acosta musim depan. Namun, Acosta mengaku tidak merasa tertekan dengan status dan reputasi rekan setimnya. Ia justru memuji kehebatan Marquez.
“Saya tidak merasa tertekan. Marc adalah orang yang sudah memenangi banyak hal dan punya kemampuan luar biasa untuk beradaptasi pada apapun dalam waktu singkat,” kata Acosta, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut, pembalap yang dijuluki El Tiburon de Mazarron itu justru meyakini perubahan regulasi di MotoGP 2027 akan menjadi kesempatan emas baginya. Sebab, semua pembalap dan tim seperti memulai lagi dari nol, termasuk Marquez.
“Tahun depan, MotoGP bisa sangat berbeda dari tahun ini. Hanya waktu yang akan menjawabnya,” tegas Acosta.
Soal keputusannya hengkang dari tim pabrikan Red Bull KTM yang sudah menyokongnya sejak kategori junior, Acosta mengaku langkah itu sudah tepat. Ia ingin menantang dirinya sendiri keluar dari zona nyaman.
“Saya pikir saya sudah membuat keputusan terbaik dari sisi olahraga. Benar, saya akan menerima banyak dukungan karena kami tumbuh bersama. Tapi, seperti yang saya bilang, ini tujuan yang bagus buat saya,” tandasnya.
Artikel Terkait
Marc Marquez Optimistis di Sachsenring, Modal Rekor Impresif
Aleix Espargaro Nilai Marc Marquez, Bukan Bezzecchi, Jadi Rival Terberat Jorge Martin di MotoGP 2026
Alex Marquez Akui Tekanan Jadi Adik Marc: Ada Beban Mental
Bagnaia Abai Konflik Rossi-Marquez, Fokus pada Hubungan Profesional di Garasi Ducati