Prabowo Soroti Porsi Makan Bergizi Gratis: Ayam Jangan Dipotong Terlalu Kecil

- Jumat, 10 Juli 2026 | 23:00 WIB
Prabowo Soroti Porsi Makan Bergizi Gratis: Ayam Jangan Dipotong Terlalu Kecil

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas dan porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia nilai terlalu kecil. Ia bahkan berseloroh mengenai cara membagi ayam dan mengingatkan agar porsi yang diterima masyarakat tidak terlalu sedikit.

Prabowo menjelaskan, porsi menu masyarakat Indonesia selama ini berbeda dengan negara maju. Ia mencontohkan satu ekor ayam di Indonesia yang bisa dibagi untuk banyak orang. "Ayam itu biasanya bisa dipotong delapan. Kalau negara kaya kayak Amerika, satu orang dipotong empat. Satu orang makan seperempat," ujarnya di Lombok Barat, Jumat (10/7). "Kalau kita, satu ayam dipotong delapan atau sepuluh. Paling kecil dua belas. Jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh dua," sambungnya disambut tawa hadirin.

Ia kembali mengingatkan agar porsi makanan dalam program MBG tetap diperhatikan. "Ayam dipotong sepuluh, ayam dipotong dua puluh, kelihatan makannya ayamnya sedikit-sedikit," ujarnya.

Prabowo juga berpesan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang terkait penyajian telur dalam menu MBG. "Habis itu, Bu Nanik, kalau dengar pidato ini, MBG jangan bikin telur dadar. Telur rebus atau ceplok," katanya. Menurut dia, telur dadar berpotensi dicampur dengan berbagai bahan sehingga porsi protein yang diterima penerima manfaat menjadi lebih sedikit. "Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam bisa empat orang makan satu (telur) ayam. Apalagi itu orek. Nanti oreknya sedikit lagi ya," ucapnya yang kembali disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa program MBG memiliki nilai strategis karena menyasar generasi penerus bangsa. Ia menilai asupan gizi yang baik akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. "Jadi kita ini, saudara-saudara, MBG sangat strategis. Makan untuk generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik. Sel tulang harus baik, otot harus baik. Dia bisa jadi ilmuwan, dokter. Kalau makan enggak bagus, tidak maksimal," tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo mengeklaim Indonesia termasuk negara yang satu-satunya memberikan perhatian kepada pemenuhan gizi ibu hamil melalui program MBG. "Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu hamil," kata Prabowo.

Terkait masih adanya daerah yang belum menerima manfaat MBG, Prabowo meminta masyarakat bersabar. Ia mengakui cakupan program belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena luasnya wilayah negara. "Oh, ada yang belum sampai? Ya itu, saya minta kesabaran. Karena itu perjuangan kita," ujarnya. "Saya berharap akhir tahun. Negara kita besar sekali. Pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu," imbuh Prabowo.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags