Polda Metro Jaya kembali menggeledah sebuah ruko tiga lantai di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari. Lokasi ini menjadi titik ke-13 yang digeledah polisi dalam rangkaian penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan tiga kasus besar: pengadaan batu bara PLN yang memicu blackout, kasus ASABRI, dan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha Krakatau Steel.
"Penggeledahan di titik ke-13 ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelumnya. Kita saksikan bersama masih dilaksanakan penggeledahan di salah satu ruko kaitan dengan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh join investigasi dari Kortas Tipidkor dan Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi.
Budi menjelaskan, penggeledahan ini merupakan pengembangan dari pemeriksaan saksi sebelumnya. Ia tidak menutup kemungkinan akan ada lokasi lain yang digeledah. "Dari hasil pemeriksaan keterangan saksi maupun gelar perkara, masih ada perkembangan beberapa titik lainnya. Nanti kami akan update ke teman-teman sekalian setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga ini sangat transparan," imbuhnya.
Polisi sempat membuka paksa ruko tiga lantai itu dengan memutus rantai menggunakan gerinda. "Yang pertama jelas memutus rantai, yang kedua membuka pintu. Kita lihat menyaksikan ruko ada tiga lantai. Untuk membuka pintu akses ke lantai tiga," jelas Budi. Sejumlah barang telah diamankan, termasuk dokumen dan komputer, meski Budi belum dapat memastikan dokumen apa yang disita.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7), Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi, termasuk money changer dan kafe de'Clan Signature di Cipete, serta rumah di Bogor. Barang bukti yang disita antara lain emas batangan dan valas senilai miliaran rupiah.
Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut pengusutan tiga kasus dugaan korupsi ini ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Atensi Presiden
Budi Hermanto menegaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Rabu (8/7).
Budi menambahkan, kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.
Artikel Terkait
Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp 36 Miliar di BSD, Belum Sempat Beredar
PPK GBK Tingkatkan Patroli Usai Viral Video Pria Diduga Cek Nomor Rangka Mobil
Polda Metro Jaya dan Kemenkeu Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Negara Rugi Rp 1 Triliun
Polda Metro Jaya dan Ditjen Pajak Bongkar Sindikat Materai Palsu, 3,4 Juta Keping Diamankan