Lima Tanda Disfungsi Ereksi yang Sering Diabaikan Pria

- Jumat, 10 Juli 2026 | 02:40 WIB
Lima Tanda Disfungsi Ereksi yang Sering Diabaikan Pria

Disfungsi ereksi (DE) bukan hanya masalah pria lanjut usia. Kondisi ini juga bisa dialami pria muda akibat gaya hidup atau masalah kesehatan tertentu. Meski sesekali gagal ereksi masih wajar, keluhan yang berulang patut diwaspadai bukan hanya karena mengganggu hubungan seksual, tetapi juga bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan yang lebih serius.

Berikut lima ciri yang perlu dikenali.

Sulit Ereksi atau Ereksi Tak Bertahan

Tanda paling umum adalah kesulitan mendapatkan ereksi atau ereksi tidak bertahan cukup lama saat berhubungan intim. Jika kondisi ini terus berulang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter, terutama spesialis urologi.

Jarang Ereksi di Pagi Hari

Ereksi saat bangun tidur merupakan respons alami yang menandakan aliran darah ke penis masih baik. Jika frekuensinya berkurang dibanding biasanya, ini bisa menjadi indikasi gangguan pada pembuluh darah yang berperan dalam proses ereksi.

Gairah Seks Menurun

Penurunan libido juga bisa menjadi tanda DE, terutama jika disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron. Selain menurunkan hasrat seksual, kekurangan testosteron bisa disertai gejala lain seperti mudah lelah, massa otot berkurang, hingga sulit meningkatkan kebugaran fisik.

Kesulitan Ereksi Berulang

Hampir setiap pria pernah gagal ereksi akibat kelelahan, stres, konsumsi alkohol, kurang tidur, atau rasa gugup. Namun, jika kesulitan ereksi terus terjadi berulang tanpa penyebab jelas, kondisi ini perlu dievaluasi dokter karena bisa berkaitan dengan penyakit tertentu.

Memiliki Kolesterol atau Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol tinggi dan hipertensi dapat merusak pembuluh darah sehingga aliran darah ke penis tidak optimal. Akibatnya, penis lebih sulit ereksi. Pria dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami DE.

Menurut para ahli, DE sering kali bukan penyakit utama, melainkan gejala dari masalah kesehatan lain seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga ketidakseimbangan hormon. Pemeriksaan sejak dini penting jika keluhan muncul berulang. Penanganan tidak selalu harus dengan obat, tetapi juga bisa melalui perubahan gaya hidup: menjaga berat badan ideal, rutin olahraga, mengelola stres, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Jika DE berlangsung terus-menerus selama beberapa bulan atau mulai mengganggu kualitas hidup dan hubungan dengan pasangan, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags