Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam, KLH Pantau Api Bawah Permukaan

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:30 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam, KLH Pantau Api Bawah Permukaan

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berhasil dipadamkan seluruhnya. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya api tersembunyi di bawah permukaan tumpukan sampah yang mencapai kedalaman puluhan meter.

"Kebakaran atau asap yang di permukaan sudah tidak ada lagi. Untuk api yang di bawah permukaan, juga sudah tidak terpantau," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Diaz menjelaskan, thermal drone yang digunakan KLH hanya mampu mendeteksi titik panas hingga beberapa meter di bawah permukaan. Sementara itu, TPA Jatiwaringin memiliki luas sekitar 33 hektare dengan kedalaman tumpukan sampah yang bervariasi, bahkan bisa mencapai 20–30 meter.

"Thermal drone yang kita operasikan ini hanya bisa menembus beberapa meter kedalaman. Sementara TPA Jatiwaringin ini, dengan luas 33 ha, memiliki kedalaman atau ketinggian yang bervariasi, mungkin bisa sampai 20-30 meter karena penumpukan sampah," jelasnya.

"Karena selama beberapa hari ini sudah tersiram air semua, kita tidak tahu apakah di kedalaman tertentu yang tidak terkena air masih ada api. Dengan demikian, kami masih akan terus pantau untuk ke depannya," sambungnya.

KLH juga masih melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar lokasi. Menurut Diaz, konsentrasi PM 2.5 sudah menurun drastis, dari 172,84 pada 8 Juli menjadi 117,03 pada 9 Juli. Ia meminta pemerintah daerah menjalankan arahan Menteri Lingkungan Hidup yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH bersama jajaran terkait akan melakukan verifikasi lapangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran setelah kondisi TPA lebih kondusif. "Untuk penyelidikan, tadi Irjen Pol Rizal, Deputi Gakkum, melaporkan akan memulai verlap, setelah kondisi di TPA sudah lebih kondusif. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya," tutur Diaz.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan area lahan utama TPA yang terdampak kebakaran seluas kurang lebih 15 hektare telah padam setelah 10 hari. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan api berhasil dipadamkan berkat kerja keras tim gabungan penanganan darurat sejak peristiwa dilaporkan pada 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," katanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags