Rusia Luncurkan Sistem Digital Penuh untuk Tarik Mahasiswa Asing, Targetkan Gen Z Indonesia

- Selasa, 26 Mei 2026 | 22:00 WIB
Rusia Luncurkan Sistem Digital Penuh untuk Tarik Mahasiswa Asing, Targetkan Gen Z Indonesia

Federasi Rusia meluncurkan sistem pendaftaran perguruan tinggi berbasis digital penuh untuk menjaring lebih banyak mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, sebagai respons terhadap kecenderungan Generasi Z yang enggan menghadapi birokrasi berbelit-belit. Langkah ini diambil untuk memodernisasi proses penerimaan mahasiswa asing yang selama ini kerap dianggap rumit dan memakan waktu.

Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Andrey Omelchuk, menegaskan bahwa pemerintahnya berkomitmen memangkas hambatan administratif tradisional. Dalam diskusi dengan sejumlah jurnalis dan peserta program ‘Study in Russia Tour’ di Moskow pekan lalu, ia menyebutkan bahwa sekitar 80 persen urusan administratif calon mahasiswa kini dapat diselesaikan secara daring.

“Orang-orang tidak perlu lagi mengunjungi lembaga atau kantor pemerintah. Sekitar 80 persen urusan mereka dapat ditangani secara online. Tentu saja, tujuannya adalah mencapai 100 persen,” ujar Omelchuk.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem digital di Rusia telah berkembang pesat. Bagi calon mahasiswa, pemanfaatan layanan publik secara elektronik sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar pilihan. “Bagi calon mahasiswa Rusia, pendaftaran digital sudah menjadi hal yang biasa. Ini berarti 80 persen dari mereka mendaftar ke universitas dengan mengirimkan aplikasi melalui layanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, kemudahan tersebut tidak hanya dinikmati warga lokal. Rusia secara resmi meluncurkan platform Ru.ID yang dirancang khusus untuk warga negara asing. Melalui sistem ini, pendaftaran ke universitas-universitas Rusia dapat dilakukan sepenuhnya dari jarak jauh, tanpa harus datang langsung ke kantor kedutaan atau lembaga pendidikan.

“Mulai tahun ini, platform Ru.ID telah diluncurkan, sebuah sistem untuk warga negara asing. Formulir pendaftaran universitas Rusia juga telah diperbarui. Pendaftaran dapat diselesaikan sepenuhnya secara jarak jauh, dari negara asal calon mahasiswa,” jelas Omelchuk.

Langkah ini dinilai relevan bagi mahasiswa Indonesia. Saat ini, sekitar 500 mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan di Rusia, dan mayoritas dari mereka mendapatkan dukungan beasiswa dari pemerintah setempat. Dengan sistem Ru.ID yang praktis, Rusia berharap dapat menarik lebih banyak talenta global untuk mengakses fasilitas pendidikan kelas dunia.

Di sisi lain, Rusia juga tengah membangun ekosistem akademik modern secara besar-besaran. Sebuah proyek senilai sekitar 350 juta dolar AS sedang berjalan untuk mengembangkan sekolah-sekolah teknik unggulan yang didukung langsung oleh perusahaan-perusahaan teknologi tinggi. Proyek ini sejalan dengan rencana pembangunan sepuluh kampus baru berinfrastruktur canggih di berbagai wilayah, mulai dari Universitas Teknik Negeri Moskow, kampus raksasa di Yekaterinburg, hingga kampus yang memadukan arsitektur modern dan abad pertengahan di pesisir Laut Baltik.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar