Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel

- Selasa, 26 Mei 2026 | 23:15 WIB
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel

Pemerintah tengah menyiapkan perluasan penerapan program Biodiesel B50 di sektor industri nasional sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi dan menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Program ini merupakan campuran solar dengan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel berbasis minyak nabati, yang menjadi kelanjutan dari implementasi B35 dan B40 yang sebelumnya telah berjalan di Indonesia.

Kebijakan tersebut mendorong produsen filter lokal, Bpfilters, untuk meluncurkan lini produk filter solar terbaru yang dirancang khusus bagi mesin diesel dan alat berat berbasis bahan bakar B50. Produk ini dijadwalkan diluncurkan di Bogor pada Juni 2026. Langkah ini diambil untuk menjawab kekhawatiran para pelaku industri di sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi terkait tantangan teknis penggunaan campuran biodiesel dengan kadar lebih tinggi.

Penerapan B50 membawa tantangan tersendiri dibandingkan pendahulunya. Meskipun lebih ramah lingkungan, kadar FAME yang tinggi memiliki sifat higroskopis atau mudah menyerap air, lebih cepat teroksidasi, serta berpotensi memicu pembentukan sludge dan pertumbuhan mikroba di dalam tangki bahan bakar. Kondisi ini dapat menyebabkan filter cepat buntu, injektor tersumbat, hingga penurunan produktivitas alat berat.

“Bpfilters hadir berinovasi untuk mengantisipasi potensi keluhan yang mungkin muncul, seperti filter yang cepat buntu, injektor tersumbat, hingga penurunan produktivitas alat berat,” kata Direktur Utama Bpfilters Indonesia, Bonny Pratama.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bpfilters menerapkan tiga pendekatan dalam desain filtrasi untuk B50, yakni peningkatan area filtrasi, pemisahan air bertingkat, dan peringkat mikron media yang lebih maju. Penerapan ketiga teknologi ini, menurut perusahaan, terbukti mampu memperpanjang umur filtrasi secara signifikan, menjaga performa mesin tetap stabil, serta menghemat konsumsi bahan bakar karena pembakaran yang lebih bersih.

Keunggulan produk tersebut telah teruji di lapangan. Berdasarkan data penggunaan pada konsumen yang telah menerapkan B40, efisiensi yang dihasilkan sangat kontras dibandingkan filter konvensional. Untuk kendaraan truk dan bus, misalnya, jika sebelumnya filter solar mengalami kebuntuan pada jarak 5 ribu kilometer, setelah beralih ke produk Bpfilters, masa pakai melonjak hingga 20 ribu kilometer. Sementara untuk alat berat, kebuntuan yang sebelumnya terjadi pada 250 jam operasi dapat diperpanjang menjadi 1.000 jam.

“Dengan aplikasi filtration system yang advance, pengguna biosolar B50 tidak perlu lagi khawatir akan gangguan produktivitas atau performa mesin mereka,” ujar Bonny.

Bpfilters bukanlah pemain baru dalam ekosistem biodiesel di Indonesia. Sejak 2018, perusahaan lokal ini telah konsisten berinovasi mulai dari era B20 hingga kini menuju B50. Perusahaan tersebut telah menjadi mitra bagi berbagai perusahaan besar di sektor pertambangan, perkebunan, transportasi, dan konstruksi yang sangat bergantung pada keandalan mesin diesel. Dengan lini filter khusus B50, Bpfilters menegaskan posisinya sebagai pionir solusi filtrasi lokal yang siap mendukung kedaulatan energi nasional sekaligus menjaga efisiensi operasional para pelaku usaha di Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar