Sebanyak 120 peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Riau, masih berjuang untuk meraih Super Tiket melalui jalur kompetisi. Pertandingan tahap turnamen kategori putra U-11 dan KU-12 yang berlangsung di GOR Angkasa, Jumat (10/7), berlangsung sengit dan kompetitif.
Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, mengapresiasi kemajuan bulu tangkis di luar Pulau Jawa. Ia mengaku terkejut sekaligus bangga dengan kualitas permainan peserta yang sudah berada di standar kompetitif. Menurutnya, audisi ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini di sejumlah daerah mulai berkembang dalam melahirkan bibit atlet potensial.
Dalam menilai atlet putra, Holvy menyebut beberapa kriteria utama yang menjadi perhatian tim pencari bakat. Fondasi dasar bulu tangkis, seperti kualitas pukulan dan footwork, menjadi syarat penting. Postur tubuh menjadi nilai tambah, namun bukan faktor utama. Daya juang, kecerdasan membaca permainan, dan kemampuan mengantisipasi arah bola juga menjadi indikator penting.
“Saya cukup kaget tapi juga bangga dengan kemajuan bulu tangkis di luar pulau Jawa. Buat saya talenta yang bagus punya fondasi dasar badminton mumpuni. Dari pukulan, footwork, itu harus ada. Selain itu, postur jadi nilai tambah, lalu kepintaran di lapangan, kemampuan membaca bola, dan daya juang yang tidak gampang menyerah juga masuk kriteria kami,” kata Holvy.
Holvy juga memandang pembinaan atlet putra ke depan harus menyesuaikan perkembangan persaingan internasional yang semakin ketat. Ia menyoroti tiga elemen utama dalam permainan tunggal putra modern: speed, power, dan konsistensi. Selain penguatan teknik dan fisik, ia menekankan pentingnya kompetisi internal, turnamen berjenjang, support system, sports science, dan analisis video untuk membantu atlet berkembang.
“Kalau melihat perkembangan tunggal putra sekarang, hal yang perlu ditingkatkan bagi seorang atlet adalah speed, power, dan konsistensi. Selain penguatan kualitas teknik dan fisik, kompetisi internal, turnamen berjenjang, support system, sports science, sampai analisis video juga sangat penting untuk membantu atlet berkembang dan siap bersaing di level tertinggi,” ujarnya.
Strategi jitu dan daya juang tinggi ditunjukkan Shaqeel Alghifari Farzani di sektor U-11 putra. Berhadapan dengan Azka Putra Irwan, Shaqeel sempat kalah di gim pertama 14-21. Namun, ia bangkit di gim kedua dengan kemenangan 21-9. Di gim penentuan, konsistensinya diuji saat unggul 20-16, lalu kehilangan lima poin beruntun. Ia tetap bertahan dan mengunci kemenangan 23-21.
“Pertandingan tadi sengit, saya sempat mengalami kekalahan di gim pertama. Saya baru bisa tampil percaya diri di gim kedua, meski sempat naik turun di gim ketiga lantaran sudah mulai lelah. Saya mengikuti arahan pelatih untuk mengombinasikan arah bola ke depan dan ke belakang. Strategi itu cukup berhasil karena lawan terlihat kesulitan dan kelelahan mengejar bola,” ucap Shaqeel.
Meski senang dengan kemenangan, Shaqeel menyadari masih ada kekurangan, terutama pada servis yang beberapa kali keluar. Ia juga ingin lebih cepat menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan.
“Saya tentu senang bisa memenangi pertandingan. Tapi penampilan saya masih ada kurangnya, terutama saat melakukan servis karena beberapa kali bola keluar. Saya juga harus bisa lebih cepat panas supaya bisa memaksimalkan peluang untuk menang,” tutur Shaqeel.
Di sektor KU-12 putra, Alvaro Wiryawan Andito, atlet tuan rumah Pekanbaru, belum menemui kesulitan berarti. Pada pertandingan pertama, ia menang dua gim langsung atas Muhammad Zhafran Khairy dengan skor 21-8, 21-3. Di laga berikutnya, ia kembali menang dua gim langsung atas M. Gilbran Alvaro Hidayat 21-5, 21-11. Namun, Alvaro belum puas dengan penampilannya.
“Bagi saya pertandingan tadi tidak berjalan mudah dan belum puas dengan permainan sendiri. Pukulan drop shot saya belum bagus dan masih banyak bola pukulan saya yang keluar. Saya juga kurang sabar dan langkah kaki belum maksimal. Jadi, saya ingin memperbaiki itu semua supaya bisa lebih siap karena lawannya pasti akan lebih sulit di pertandingan berikutnya,” kata Alvaro.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru diikuti 306 peserta dan berlangsung pada 7–12 Juli di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau.
Artikel Terkait
Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi, 7 di Antaranya di Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Raih Rekor MURI Pembacaan Surah Al-Mulk oleh 9.184 ASN
Pemko Pekanbaru Raih Rekor MURI Pembacaan Surah Al-Mulk oleh 9.184 ASN
Kapolda Cup VI 2026 Digelar, 1.078 Peserta Ramaikan Kejuaraan Bulu Tangkis di Palembang