Gelombang kejutan melanda kalangan militer China. Dua jenderal puncak, tiba-tiba dipecat. Langkah ini, tentu saja, langsung memicu berbagai spekulasi. Ada kabar burung yang beredar kencang, menyebut pemecatan ini terkait rencana makar terhadap Presiden Xi Jinping. Benarkah?
Nama dua jenderal itu adalah Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Posisi Zhang sangatlah penting; dia adalah orang nomor dua dalam struktur militer China, tepat di bawah Xi Jinping sendiri. Pemecatannya jelas bukan hal sepele dan menimbulkan banyak tanya.
Menurut pengumuman resmi Kementerian Pertahanan Nasional China pada Sabtu lalu, keduanya diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Mereka akan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Namun begitu, pernyataan itu sangat singkat dan tidak memberikan detail spesifik apa pun. Kekosongan informasi inilah yang kemudian diisi oleh berbagai rumor.
Zhang, yang sudah berusia 75 tahun, bukan hanya jenderal senior. Dia memegang jabatan Wakil Ketua pertama di Komisi Militer Pusat badan komando tertinggi militer China. Pengaruhnya juga meluas ke politik, sebagai anggota Politbiro Partai Komunis yang sangat berpengaruh.
Sementara itu, Liu Zhenli sebelumnya bertugas sebagai komisioner di komisi yang sama dan pernah memimpin Departemen Staf Gabungan.
Desas-desus Upaya Kudeta yang Gagal
Di sisi lain, beredar narasi liar yang sulit diverifikasi. Sejumlah media, termasuk Sky News dan ChosunBiz, melaporkan rumor bahwa Zhang lah dalang di balik upaya kudeta terhadap Xi Jinping. Konon, rencana itu akhirnya gagal.
Media AS, The Epoch Times, yang dikenal kritis terhadap pemerintah China, memberikan laporan yang lebih dramatis. Menurut mereka, ada upaya penangkapan terhadap Xi yang nyaris berhasil.
"Zhang Youxia dan Liu Zhenli berusaha menangkap Xi Jinping pada malam hari tanggal 18, tetapi informasi bocor dua jam sebelumnya, dan Xi telah meninggalkan hotel tempat dia berencana menginap, sehingga menggagalkan upaya tersebut,"
Begitu bunyi laporan mereka, yang mengklaim mengutip sumber tertentu. Laporan yang sama bahkan menyebut adanya baku tembak.
"Pihak Zhang, tidak menyadari adanya kebocoran informasi, mengirimkan tim pendahulu sesuai rencana, dan baku tembak terjadi antara mereka dan para personel yang dikerahkan Xi Jinping, memicu korban jiwa di kedua pihak,"
Semua klaim ini, tentu saja, belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Pemerintah China pun belum memberikan tanggapan khusus atas rumor-rumor liar tersebut. Yang jelas, pemecatan dua jenderal top ini telah membuka ruang bagi berbagai teori, dalam suasana yang penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
KRL Tabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi, 5 Tewas dan Puluhan Luka
Korban Wanita Terjepit di KRL Masih Sadar, Evakuasi Terkendala Material Logam Super Kuat
Rocky Gerung Akui Dirinya ‘Disiden’ Usai Berbincang Santai dengan Prabowo di Istana
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Momen Panik Ditabrak dari Belakang