Dudung Abdurachman Ajak Masyarakat Bijak Sampaikan Kritik, Ingatkan Bahaya Provokasi dan Fitnah

- Kamis, 11 Juni 2026 | 23:40 WIB
Dudung Abdurachman Ajak Masyarakat Bijak Sampaikan Kritik, Ingatkan Bahaya Provokasi dan Fitnah

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kebijaksanaan dalam menyampaikan pendapat dan kritik, seraya memastikan bahwa pemerintah senantiasa membuka ruang aspirasi bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan video yang dirilis pada Kamis, 11 Juni 2026, di tengah dinamika politik yang kian memanas menjelang tahun politik.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” ujar Dudung. Ia menegaskan bahwa kritik merupakan napas demokrasi yang semestinya bersifat membangun, bukan justru meruntuhkan sendi-sendi kebangsaan.

Menurut Dudung, masyarakat perlu mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan provokasi, fitnah, dan adu domba. Ia mengingatkan bahwa praktik-praktik destruktif semacam itu hanya akan merusak persaudaraan yang telah terjalin di antara anak bangsa.

“Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu juga mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, bangsa ini telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional.

“Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa,” ujar Dudung. Pernyataan itu menjadi pengingat agar seluruh pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar