Pengamat: Teddy Indra Wijaya Beri Masterclass Merawat Jaringan Lewat Reuni Akmil

- Senin, 03 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Pengamat: Teddy Indra Wijaya Beri Masterclass Merawat Jaringan Lewat Reuni Akmil

Pengamat politik dari KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya cerdas dalam merawat jaringan dan mengkonsolidasi kekuatan di internal angkatannya. Manuver tersebut dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang yang dikemas rapi melalui sebuah momen keakraban.

Hal itu disampaikan Hensat, sapaan akrabnya, merespons pesan solidaritas Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam momen yang diunggah di akun Instagram @Teddy_HQ pada Minggu (2/8/2026), Teddy meminta rekan seangkatannya dari matra Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian untuk saling mendukung, terutama jika kelak ada di antara mereka yang memimpin republik ini.

"Menarik ya melihat gaya Letkol Teddy ini. Di saat banyak elite politik pusing cari panggung, pasang baliho di mana-mana, dan tebar janji buat nyari dukungan, Seskab Teddy justru ngasih masterclass gimana cara bangun loyalitas yang sesungguhnya, yaitu mulai dari jaringan yang ia kenal sendiri alias teman angkatannya," kata Hensat dalam keterangannya, Senin (3/8).

Menurut Hensat, Teddy sangat sadar bahwa kekuatan aparat dan birokrasi di masa depan perlahan berganti ke angkatan yang lebih muda, seperti angkatannya di Akmil 2011. "Lewat reuni dan pesan 'yang di atas bantu yang di bawah', dia sudah mengunci soliditas 2011 lintas matra tanpa perlu transaksi politik apa-apa. Ini orkestrasi persahabatan yang sangat cantik, sekaligus mengamankan kekuatan tanpa terlihat bermanuver," ujarnya.

Lebih jauh, Hensat menyoroti cara Teddy meminta rekan-rekannya agar tidak memikirkan ambisi jangka panjang menjadi jenderal semata, melainkan fokus membekali diri sejak dini. Gaya komunikasi yang luwes dari Teddy dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal.

"Politisi kita lagi-lagi harusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan, sangat elegan dan tidak murahan. Dia enggak maksa orang tunduk pakai instrumen kekuasaan, tapi pakai pendekatan dari hati ke hati ala teman seangkatan yang dampaknya justru lebih riil," ucapnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags