Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Istana Merdeka dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026. Antusiasme warga yang datang dari berbagai daerah terlihat sejak dini hari hingga malam.
Mereka mulai berdatangan dan mengantre sejak pukul 02.00 WIB, Senin (17/8/2026). Mengenakan beragam pakaian adat, warga tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia untuk menyaksikan langsung peringatan hari kemerdekaan di Istana Merdeka.
"Sejak pukul 02.00 dini hari masyarakat sudah mulai mengantre sudah memakai pakaian adat daerah untuk memasuki Istana Merdeka. Tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah. Saya bahkan berkesempatan menyapa langsung warga yang datang dari Sulawesi, Sumatera, dan banyak provinsi lainnya," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan BPMI Setpres, Kamis (20/8/2026).
Antusiasme tersebut terus mengalir sepanjang rangkaian peringatan kemerdekaan, mulai dari upacara detik-detik proklamasi hingga upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka. Pada saat yang sama, panggung rakyat di kawasan Monas turut menjadi magnet bagi warga untuk merayakan hari kemerdekaan bersama.
"Lebih dari 150 ribu masyarakat hadir mengikuti rangkaian upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan penurunan bendera Sang Merah Putih di kawasan Istana Merdeka, serta panggung rakyat di Monas," ungkap Teddy.
Kemeriahan tidak berhenti selepas rangkaian upacara di Istana. Memasuki malam hari, masyarakat memenuhi kawasan pusat Jakarta. Lebih dari setengah juta warga disebut hadir di sepanjang kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk melanjutkan perayaan kemerdekaan.
"Malam harinya, semangat yang sama terus menyala dengan kehadiran lebih dari 500 ribu warga di sepanjang Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia," kata Seskab Teddy.
Teddy menilai besarnya partisipasi masyarakat tersebut tidak sekadar menunjukkan antusiasme dalam merayakan hari kemerdekaan. Kehadiran warga dari berbagai daerah, latar belakang, dan generasi disebut menjadi gambaran kuat tentang persatuan yang terus terjaga di bawah Merah Putih.
"Pemandangan ini kembali mengingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar bendera. Ia adalah pemersatu kita. Dari berbagai daerah, latar belakang, dan generasi, kita hadir dengan satu kebanggaan yang sama: Indonesia," tuturnya.
Ramainya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dinilai menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kontribusi terbaik bagi bangsa. Teddy mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Mari terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik untuk bangsa," imbuhnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Terus Kirim Bantuan ke NTT, Total Logistik Capai 253 Ton
Prabowo Apresiasi Dedikasi Paskibraka pada HUT ke-81 RI
Yolla Yuliana Kembali Mencuri Perhatian: dari Kisah Asmara hingga Karnaval HUT ke-81 RI
Pancatera Minta Maaf Usai Hadiri Perayaan HUT RI di Istana Merdeka