Otoritas Iran mengeksekusi mati dua pria yang terbukti menjadi mata-mata untuk Israel pada Senin (3/8). Keduanya digantung setelah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan spionase, menjadi bagian dari gelombang eksekusi yang meningkat sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat pecah.
Media resmi kehakiman Iran, Mizan, melaporkan bahwa Omid Behzad dan Pouria Safvat digantung pagi itu karena mengirimkan koordinat situs militer dan keamanan sensitif kepada agen Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel. Mereka dihukum atas dakwaan "spionase dan kolaborasi dengan rezim Zionis".
Mizan tidak merinci kapan keduanya ditangkap atau diadili, tetapi menyebutkan bahwa mereka membantu dinas intelijen Israel dengan memberikan informasi tentang pusat-pusat militer dan keamanan selama perang.
Eksekusi mati di Iran meningkat tajam sejak perang meletus pada 28 Februari, menyusul serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, mencatat Iran sebagai negara dengan jumlah eksekusi terbanyak kedua di dunia setelah China.
Artikel Terkait
Israel Ajukan Keberatan Resmi atas Rencana Perdamaian Gaza Bentukan Trump
Hamas Tuding Israel Sengaja Gagalkan Gencatan Senjata Fase Kedua
Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Warga Gaza di Tengah Klaim Kesepakatan Gencatan Senjata
Serangan Udara Israel Hancurkan Gudang Obat Rumah Sakit di Gaza, Dua Warga Tewas